JAMBI — Samsung resmi mengumumkan lini monitor terbarunya untuk 2026, mencakup seri gaming Odyssey dan monitor profesional ViewFinity. Pengumuman ini dilakukan secara global tanpa menyebutkan ketersediaan spesifik untuk pasar Indonesia. Produk unggulan dalam jajaran ini adalah Odyssey G8 G80HS yang membawa resolusi 6K, sebuah lompatan signifikan dari standar 4K yang dominan di kelas gaming saat ini.
Monitor ini menjadi yang paling menarik perhatian berkat panel dengan resolusi 6K (6.144 x 3.456 piksel) dan refresh rate 165Hz. Angka ini menjadikannya monitor gaming dengan kerapatan piksel tertinggi yang pernah dirilis Samsung. Dengan ukuran layar yang belum disebutkan secara detail, monitor ini menyasar pengguna yang menginginkan ketajaman gambar setara monitor kreator namun tetap punya kemampuan gaming high-refresh.
Teknologi yang disematkan mencakup dukungan DisplayPort 2.1 untuk bandwidth tinggi, HDR10+ Gaming, serta kompatibilitas dengan AMD FreeSync Premium dan Nvidia G-Sync. Artinya, layar ini bisa menyajikan frame rate tinggi tanpa tearing atau stutter, baik di kartu grafis AMD maupun Nvidia.
Untuk pengguna yang mengutamakan kualitas warna dan hitam pekat, Samsung menyediakan Odyssey OLED G8 (G80HF) dengan resolusi 5K dan Odyssey OLED G8 versi 4K 240Hz. Keduanya menggunakan panel QD-OLED, teknologi yang menggabungkan quantum dot dengan organic light-emitting diode untuk akurasi warna tinggi dan rasio kontras tak terbatas.
Sementara itu, Odyssey OLED G7 hadir sebagai varian lebih terjangkau dengan spesifikasi sedikit lebih rendah namun tetap mengusung panel QD-OLED. Seluruh monitor OLED ini juga mendukung fitur anti-glare dan refresh rate tinggi, cocok untuk game kompetitif seperti FPS atau racing.
Di segmen monitor produktivitas, Samsung menyegarkan lini ViewFinity S8 dengan tambahan dukungan Thunderbolt 5. Konektivitas ini memungkinkan transfer data hingga 80 Gbps, cukup untuk menyalakan monitor 5K sambil mengisi daya laptop dan mentransfer data dalam satu kabel. ViewFinity S8 juga tersedia dalam opsi resolusi 5K, menjadikannya alternatif bagi kreator konten yang tidak membutuhkan refresh rate tinggi.
Panel IPS pada ViewFinity S8 diklaim mencakup 98% gamut warna DCI-P3, standar yang digunakan di industri film dan video editing. Monitor ini juga dibekali fitur Eye Care dengan sertifikasi TÜV Rheinland untuk mengurangi ketegangan mata selama penggunaan panjang.
Hingga artikel ini ditulis, Samsung belum merilis harga resmi maupun jadwal penjualan untuk pasar Indonesia. Sebagai gambaran, Odyssey G8 generasi sebelumnya dibanderol sekitar USD 1.300 (sekitar Rp 21,4 juta) di Amerika Serikat. Monitor dengan resolusi 6K kemungkinan akan dibanderol lebih tinggi, mengingat posisinya sebagai produk flagship.
Untuk varian OLED G8 dan G7, harga biasanya berada di kisaran USD 900–1.200 (Rp 14,8 juta–19,8 juta), tergantung resolusi dan fitur. ViewFinity S8 dengan Thunderbolt 5 diperkirakan akan bersaing dengan monitor kreator dari Dell dan Apple Studio Display.
Bagi pengguna Indonesia yang tertarik, biasanya Samsung membawa lini Odyssey dan ViewFinity ke pasar lokal dalam 1–3 bulan setelah peluncuran global. Monitor ini cocok untuk gamer hardcore yang menginginkan resolusi tertinggi, kreator konten yang butuh akurasi warna, atau profesional yang bekerja dengan banyak jendela aplikasi sekaligus.