Kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi, dan mulai mengganggu aktivitas warga di luar rumah pada pagi hari. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah itu telah mencapai angka 265,3 µg/m³ dengan parameter PM2.5, masuk kategori tidak sehat.
MUARA BULIAN — Ketebalan kabut asap yang menyelimuti Muara Bulian membuat jarak pandang warga menjadi terbatas. Kondisi ini mendorong pelajar yang berangkat sekolah, pengendara sepeda motor, hingga masyarakat yang beraktivitas di jalan untuk mengenakan masker sebagai langkah antisipasi mengurangi paparan asap.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin, Senin, mengatakan bahwa memasuki siang hari ketebalan kabut asap perlahan berkurang. Namun, sisa asap dan aroma terbakar masih terasa di sejumlah lokasi.
ISPU Tembus 265,3 µg/m³, Kelompok Rentan Diminta Waspada
Angka ISPU yang mencapai 265,3 µg/m³ tersebut menjadi perhatian serius karena paparan udara dengan tingkat pencemaran tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. BPBD Batang Hari secara khusus mengimbau kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan.
"Kami membuat imbauan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang tua, serta warga yang memiliki riwayat penyakit gangguan pernapasan agar tidak beraktivitas di luar ruangan. Kalaupun terpaksa harus ke luar, wajib menggunakan masker," ujar Sholihin.
Data Sementara Mengacu Stasiun BMKG Muaro Jambi
Sholihin menjelaskan, data ISPU tersebut untuk sementara mengacu pada stasiun BMKG terdekat di Muaro Jambi. Hal ini lantaran Kabupaten Batang Hari belum memiliki stasiun pemantau kualitas udara mandiri.
Untuk mendapatkan data yang lebih aktual, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari. DLH mulai melakukan pengukuran menggunakan alat yang tersedia, dan data kualitas udara akan diperbarui secara berkala setiap 24 jam.
Langkah Antisipasi yang Perlu Dilakukan Warga
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kondisi kabut asap yang dapat kembali memburuk sewaktu-waktu. Penggunaan masker menjadi keharusan saat harus beraktivitas di luar rumah, dan segera mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
Bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan, disarankan untuk menyiapkan obat-obatan pribadi dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata.