JAMBI — Kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi dan kualitas udara kini berada di level yang mengkhawatirkan. Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, mengungkapkan bahwa angka ISPU yang sebelumnya berada di bawah 100 pada Minggu (23/8/2026) siang, melonjak drastis ke angka 204 pada Senin pagi.
Kenaikan ini terjadi dalam hitungan jam. Pada pukul 12.00 WIB Minggu, ISPU tercatat 101, dan baru memasuki kategori tidak sehat. Namun, keesokan harinya kondisi memburuk signifikan hingga menembus level sangat tidak sehat.
Apa Arti ISPU 204 bagi Warga?
Angka 204 dalam skala ISPU berarti kualitas udara telah melewati batas aman dan berisiko bagi kesehatan manusia. Pada level ini, paparan polusi dalam waktu singkat pun bisa memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, dan memperparah penyakit kronis seperti asma atau bronkitis.
Mahruzar menegaskan, rekomendasi penggunaan masker bagi masyarakat umum baru berlaku ketika angka ISPU telah menembus 150. Artinya, dengan kondisi saat ini yang sudah mencapai 204, penggunaan masker menjadi keharusan, bukan sekadar anjuran.
Kelompok Rentan Paling Terdampak
DLH Kota Jambi secara khusus mengingatkan warga yang termasuk kelompok rentan untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka yang memiliki gangguan pernapasan, lansia, anak-anak, serta ibu hamil diminta untuk tidak melakukan aktivitas berat di luar ruangan.
"Gunakan masker dan kurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi pernapasan selama kualitas udara berada pada kategori tersebut," kata Mahruzar dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Sumber Kabut Asap: Kiriman dari Daerah Tetangga
Pihak DLH menduga kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi bukan berasal dari titik api di dalam kota. Mahruzar menyebutkan, asap tersebut merupakan kiriman dari beberapa daerah berdampingan yang tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fenomena ini kerap terjadi di Provinsi Jambi saat musim kemarau. Angin membawa partikel asap dari lokasi karhutla di kabupaten tetangga dan menjebaknya di cekungan Kota Jambi, sehingga konsentrasi polutan terus meningkat.
Pemantauan Terus Dilakukan
DLH Kota Jambi memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara secara berkala. Data terbaru akan segera diumumkan kepada publik jika terjadi perubahan signifikan.
Masyarakat diminta untuk memantau informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya. Selain memakai masker, warga juga disarankan menutup rapat jendela rumah dan memperbanyak minum air putih untuk mengurangi dampak buruk polusi.