MUARO JAMBI — Sinergi antara UIN Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memasuki babak baru. Kedua pihak sepakat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut dari MoU yang sudah diteken sebelumnya. Pertemuan pimpinan kampus dan jajaran pejabat Pemkab Muaro Jambi berlangsung di lantai 6 Gedung Rektorat, Selasa (7/7/2026).
Kerja sama ini dinilai strategis karena posisi geografis yang saling terikat. Kampus II UIN STS Jambi di Simpang Sungai Duren berada persis di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Jambi Luar Kota. Artinya, kampus tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem daerah tersebut.
“Keberadaan UIN STS Jambi tidak berdiri sendiri, tetapi berada dalam ekosistem Kabupaten Muaro Jambi,” tulis Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan UIN STS Jambi, Dr. Pahmi.Sy. S.Ag, M.Si, dalam keterangan resminya.
Dampak Langsung ke Ratusan Dosen dan Puluhan Ribu Mahasiswa
Data internal kampus menunjukkan, ratusan dosen dan tenaga kependidikan UIN STS Jambi memilih bertempat tinggal di Kabupaten Muaro Jambi. Jumlah itu belum termasuk puluhan ribu mahasiswa yang berdomisili di sekitar kampus. Kondisi ini membuat program kerja sama tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga berdampak langsung pada keseharian warga kampus.
Dr. Pahmi menambahkan, dari program kerja sama ini, keluarga besar UIN STS Jambi yang berdomisili di Muaro Jambi juga akan merasakan manfaatnya secara langsung.
Tiga Pilar Kampus Diselaraskan dengan Program Prioritas Daerah
Dalam skema kerja sama ini, UIN STS Jambi membawa tiga pilar utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma). Ketiganya akan diselaraskan dengan program prioritas Pemkab Muaro Jambi. Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain peningkatan mutu pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan moderasi beragama, hingga pelestarian budaya Melayu Jambi.
“Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian terapan, pendampingan UMKM, digitalisasi desa, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif,” jelas Dr. Pahmi.
Potensi Besar Candi Muaro Jambi Butuh Riset Multidisipliner
Kabupaten Muaro Jambi memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, budaya, dan pariwisata. Salah satu aset utamanya adalah kawasan Candi Muaro Jambi, yang diakui sebagai salah satu warisan budaya terpenting di Asia Tenggara. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan riset multidisipliner agar bisa dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai budaya, lingkungan, dan kearifan lokal.
Di sisi lain, tantangan sosial juga mengintai. Mulai dari urbanisasi, pergerakan penduduk cepat, persoalan lingkungan dan sampah, alih fungsi lahan, perubahan pola hidup generasi muda, hingga ancaman judi online, narkoba, geng motor, dan kemiskinan. Semua itu, menurut Dr. Pahmi, membutuhkan kerja keras dan sinergisitas dengan institusi perguruan tinggi seperti UIN STS Jambi.
“Sumber Daya Manusia yang dimiliki UIN berkewajiban memberikan edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya masyarakat sekitar kampus,” tegasnya.
Menuju Muaro Jambi yang Maju, Religius, dan Berdaya Saing
Ke depan, sinergi antara UIN STS Jambi dan Pemkab Muaro Jambi diharapkan semakin erat melalui program kolaboratif yang berorientasi pada inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah serta kearifan lokal diyakini akan melahirkan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
Sinergi yang kuat ini pada akhirnya bukan hanya memperkuat institusi masing-masing, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi terwujudnya Kabupaten Muaro Jambi yang maju, religius, berbudaya, dan berdaya saing.