Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, hadir langsung dan memberikan pengarahan sebelum simulasi dimulai. Ia menekankan pentingnya membangun budaya sadar keselamatan sebagai tanggung jawab bersama.
"Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar dan bekerja yang aman. Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh sivitas akademika memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran," ujarnya.
Peserta Praktik Langsung Padamkan Api
Simulasi berlangsung di teras Gedung Kuliah GCR UIN STS Jambi. Tim Damkar Muaro Jambi memaparkan penyebab umum kebakaran, prosedur evakuasi, serta demonstrasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
Peserta, terdiri dari sivitas akademika dan tenaga kependidikan, mempraktikkan teknik pemadaman api secara langsung di bawah bimbingan petugas. Langkah ini memastikan pemahaman tidak hanya bersifat teoretis.
Komitmen Kampus pada Lingkungan Aman dan Berkelanjutan
Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan Sustainable Development Goals (SDGs) UIN STS Jambi, Dr. Irmawati Sagala, S.IP., M.SI., menyatakan kegiatan ini bagian dari komitmen kampus mendukung pembangunan berkelanjutan. Fokusnya pada aspek lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Menurutnya, selain edukasi mitigasi bencana, kegiatan ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. UIN STS Jambi berharap seluruh warga kampus lebih siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam aktivitas sehari-hari.