JAMBI — BMKG merilis pembaruan peringatan dini cuaca nasional pada Jumat (12/6). Peringatan ini mencakup tiga hari ke depan yang dipengaruhi pertemuan massa udara dan pola angin muson timur. Kondisi itu memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal hingga lebat di sejumlah wilayah, sementara bagian selatan Indonesia justru memasuki fase puncak musim kemarau.
Sebelas Provinsi Masuk Status Siaga
Kategori siaga diberikan untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang dengan kecepatan mencapai 40 km/jam. Risiko yang mengintai meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Wilayah yang masuk status siaga adalah Aceh, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Sementara itu, status waspada berlaku untuk sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua lainnya. Hanya Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang diprakirakan aman dengan cuaca cerah berawan.
Intensitas Hujan Meningkat di Hari Kedua
Pada Sabtu (13/6), cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan berawan dengan suhu 24°C hingga 33°C. Hujan lokal ringan hingga sedang diperkirakan meluas di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, dengan potensi petir pada siang hingga sore hari. Gelombang laut di Selatan Jawa dan Nusa Tenggara berkisar 1,0–2,0 meter, sedangkan Laut Banda mencapai 2,0–2,5 meter.
Memasuki Minggu (14/6), intensitas hujan meningkat di wilayah status siaga. BMKG memperkirakan hujan lebat berdurasi 2 hingga 4 jam berpeluang terjadi. Kelembapan udara berkisar 65% hingga 95%, dengan kecepatan angin dominan dari Tenggara–Selatan antara 8 hingga 20 km/jam.
Pada Senin (15/6), pola serupa masih berlanjut. Potensi hujan mulai berkurang di wilayah barat, namun tetap tinggi di timur. Risiko hujan ekstrem sporadis masih ada, terutama pada sore hingga dini hari.
Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi
BMKG mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di aliran sungai, lereng curam, dan di bawah pohon besar saat hujan lebat. "Sebelum keluar rumah, siapkan jas hujan dan perlengkapan darurat," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip dalam rilisnya.
Para nelayan dan pelaut diminta untuk tidak melaut ke perairan terbuka jika gelombang tinggi. BMKG juga meminta warga di wilayah rawan melakukan penghematan air meski sesekali hujan, serta tetap waspada terhadap kebakaran lahan saat cuaca cerah. Pembaruan informasi dapat dipantau melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi setiap enam jam sekali.