JAMBI — Audi akhirnya mengakhiri penantian para pecinta mobil performa tinggi dengan meluncurkan Nuvolari di Beijing, Kamis (5/6). Model ini bukan sekadar pengganti R8, melainkan pernyataan tegas tentang masa depan merek tersebut di bawah filosofi desain "Radical Next".
CEO Audi, Gernot Döllner, menyebut Nuvolari sebagai "pernyataan yang jelas tentang masa depan Audi" yang menggabungkan desain luar biasa dengan inovasi teknologi terbaru. Model produksi pertama dengan bahasa desain baru ini sebelumnya dipratinjau lewat Concept C.
Mesin V8 4.0 Liter Twin-Turbo dari Lamborghini Temerario
Jantung pacu Nuvolari adalah mesin V8 twin-turbo 4.0 liter yang juga digunakan pada Lamborghini Temerario. Mesin pembakaran internal ini menghasilkan 789 HP dan torsi puncak 730 Nm, dengan putaran mesin yang mampu menembus 10.000 rpm.
Tenaga tersebut kemudian dipadukan dengan tiga motor listrik fluks aksial, masing-masing sanggup menyemburkan 148 HP. Dua motor listrik ditempatkan di poros depan untuk mengontrol sistem penggerak semua roda dan vektor torsi, sementara satu motor lainnya terletak di antara mesin dan transmisi.
Total output gabungan mencapai 987 HP, mendekati angka 1.000 HP. Semua daya itu disokong oleh baterai 7,3 kWh, yang hampir dua kali lipat lebih besar dari unit yang digunakan pada Temerario.
Teknologi Hybrid Terinspirasi Formula 1
Audi tidak hanya mengandalkan mesin besar. Teknologi hybrid yang diusung Nuvolari diklaim terinspirasi langsung dari ajang Formula 1. Sistem ini memungkinkan distribusi tenaga yang presisi ke setiap roda, memberikan traksi optimal di berbagai kondisi jalan.
Kombinasi mesin V8 yang mampu berputar tinggi dengan motor listrik bertenaga membuat Nuvolari tidak hanya cepat dalam akselerasi, tetapi juga responsif di tikungan berkat sistem vektor torsi elektrik di poros depan.
Konfigurasi Mesin Tengah dan Produksi Super Terbatas
Dengan konfigurasi mesin tengah, Audi Nuvolari mempertahankan DNA supercar sejati. Tata letak ini memastikan keseimbangan bobot ideal antara poros depan dan belakang, yang menjadi kunci handling lincah.
Produksi dibatasi hanya 499 unit di seluruh dunia, menjadikannya model Audi paling eksklusif saat ini. Nuvolari tidak hanya menjadi penerus spiritual R8, tetapi juga simbol bagaimana Audi memandang masa depan performa tinggi yang tak bisa lepas dari elektrifikasi.