Pencarian

Leapmotor C10 CKD Sudah Dimulai di Pabrik Gurun, B10 Menyusul 2-3 Bulan Lagi

Jumat, 05 Juni 2026 • 03:41:31 WIB
Leapmotor C10 CKD Sudah Dimulai di Pabrik Gurun, B10 Menyusul 2-3 Bulan Lagi
Perakitan lokal Leapmotor C10 di pabrik Gurun, Kedah, resmi dimulai pada April-Mei 2024.

JAMBI — Stellantis Malaysia resmi menandatangani perjanjian distribusi dengan Cycle & Carriage untuk merek Leapmotor di Malaysia. Dalam seremoni yang sama, Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, memberikan update soal rencana perakitan lokal dua model andalan mereka di pabrik Gurun, Kedah.

Investasi RM25 Juta dan Kapasitas Pabrik 60.000 Unit

Pabrik Gurun sepenuhnya dimiliki Stellantis dan dirancang dengan kapasitas 60.000 unit per tahun. Dana sebesar RM25 juta telah digelontorkan untuk memulai operasi perakitan, yang tidak hanya untuk Leapmotor tetapi juga model Stellantis lainnya.

“C10 (perakitan CKD) dimulai pada April dan Mei tahun ini, dan saya perkirakan B10 akan menyusul dalam dua hingga tiga bulan,” ujar Yeo dalam konferensi pers, Selasa (17/6). Ia menambahkan bahwa rencana ekspor dari Gurun sudah masuk dalam peta jalan perusahaan, namun biaya dan kualitas harus diselaraskan lebih dulu.

Harga CKD Tidak Akan Jauh Lebih Murah dari CBU

Satu hal yang menarik dari strategi Leapmotor adalah kebijakan harga. Yeo menegaskan bahwa harga jual unit rakitan lokal akan disetarakan dengan harga CBU yang saat ini bebas pajak impor. Artinya, konsumen tidak akan melihat perbedaan harga yang signifikan antara mobil impor dan mobil rakitan lokal.

Sebagai referensi, Leapmotor C10 Plus 2026 yang diluncurkan Februari lalu dibanderol RM148.000 sebelum potongan RM9.000. Sementara B10 yang debut Desember 2025 dijual mulai RM99.800 hingga RM109.800. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar dan nilai jual kembali unit yang sudah beredar.

Kendala Ekspor dan Ekosistem EV Malaysia

Yeo sebelumnya mengungkapkan bahwa Malaysia belum memiliki ekosistem baterai dan EV yang memadai. Selain itu, insentif pajak khusus di bawah AFTA untuk ekspor EV ke negara ASEAN juga belum ada. Meski begitu, Stellantis tetap berencana memaksimalkan kapasitas pabrik Gurun untuk pasar domestik dan ekspor ke luar ASEAN dalam jangka panjang.

“Ekspor dari Gurun selalu ada dalam rencana, tetapi lokalisasi yang lebih dalam harus terjadi terlebih dahulu,” tambah Yeo. Langkah ini menunjukkan bahwa Stellantis tidak terburu-buru dan lebih fokus pada kualitas produksi sebelum melebarkan sayap ke pasar regional.

Model Berikutnya: Leapmotor B03X Segera Hadir

Setelah C10 dan B10, Leapmotor bersiap meluncurkan model ketiga untuk pasar Malaysia, yakni B03X—yang dikenal sebagai A10 di China. Model ini akan melengkapi jajaran SUV listrik Leapmotor yang mengincar segmen menengah ke bawah.

Dengan dimulainya perakitan lokal, Leapmotor berharap bisa memperkuat posisinya di pasar mobil listrik Malaysia yang mulai kompetitif. Kehadiran pabrik Gurun juga menjadi sinyal bahwa Stellantis serius menjadikan Malaysia sebagai basis produksi untuk kawasan Asia Tenggara.

Bagikan
Sumber: paultan.org

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks