Pencarian

Harga Ekspor Beras Indonesia ke Malaysia Dijamin di Atas HET Dalam Negeri, Bulog Siapkan Kunjungan ke Sarawak

Sabtu, 30 Mei 2026 • 14:41:01 WIB
Harga Ekspor Beras Indonesia ke Malaysia Dijamin di Atas HET Dalam Negeri, Bulog Siapkan Kunjungan ke Sarawak
Direktur Utama Bulog pastikan harga ekspor beras ke Malaysia di atas HET dalam negeri.

JAKARTA — Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan berada di atas harga eceran tertinggi (HET) domestik. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional.

Kebijakan ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar ekspor beras memberikan keuntungan bagi petani dan penerimaan negara. Harga ekspor diproyeksikan lebih tinggi dari penawaran awal Malaysia yang berada di kisaran Rp16.000 per kilogram.

Harga Ekspor Berpotensi Naik dari Penawaran Awal

Rizal menyebut harga ekspor beras ke Malaysia berpotensi lebih tinggi dibandingkan penawaran sebelumnya. "Ya, insya Allah seperti itu ya (harga ekspor beras di atas Rp16.000 per kilogram)," ujarnya usai pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat.

Sebagai perbandingan, HET beras premium berdasarkan regulasi Badan Pangan Nasional berada pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram. Angka ini bervariasi sesuai zonasi wilayah penjualan di berbagai daerah Indonesia.

Kunjungan ke Sarawak untuk Finalisasi Skema Perdagangan

Bulog bersama tim Kementerian Pertanian berencana melakukan kunjungan ke Sarawak, Malaysia, setelah momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kunjungan ini bertujuan memastikan jumlah kebutuhan beras yang akan diekspor sekaligus membahas komposisi harga dan skema perdagangan terbaik bagi kedua negara.

"Rencana habis Idul Adha ini dalam waktu dekat kami akan ke Sarawak Insya Allah dengan tim dari Kementerian Pertanian untuk sekaligus memastikan berapa jumlahnya dan berapa harga fiksnya," kata Rizal.

Skema Pengiriman: Port to Port atau Pembelian Langsung?

Pembahasan teknis juga akan mencakup mekanisme pengiriman beras. Ada dua opsi yang dipertimbangkan: skema pelabuhan ke pelabuhan atau pembelian langsung di Pelabuhan Priok Jakarta.

"Nanti kita setelah diskusi di sana (Malaysia). Apakah kita port to port atau mereka langsung beli di kita di Pelabuhan Priok," bebernya.

Keputusan mekanisme ini akan dibahas lebih lanjut bersama pihak Malaysia agar proses ekspor berjalan efektif sekaligus memberikan keuntungan optimal bagi kedua belah pihak.

Konsolidasi Internal Sebelum Eksekusi

Meski begitu, Rizal menyebut Bulog masih akan berdiskusi dengan jajarannya, terutama direktur pemasaran dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman. Tujuannya untuk menentukan harga terbaik sebelum pelaksanaan ekspor beras ke Malaysia secara resmi.

"Ini untuk minta petunjuk yang terbaik seperti apa," beber Rizal.

Sebelumnya, dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto sempat memanggil langsung Dirut Bulog dari bawah panggung. Prabowo mengingatkan agar beras Indonesia tidak dijual terlalu murah saat masuk pasar ekspor.

Bulog optimistis rencana ekspor ini dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan perekonomian nasional. Langkah ini juga dinilai strategis di tengah upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks