JAMBI — Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan konsolidasi Telkom pada tiga bulan pertama tahun ini tercatat Rp 37,18 triliun. Angka tersebut hanya naik 1,5% year on year (YoY) dari posisi sebelumnya Rp 36,63 triliun.
Namun, kenaikan pendapatan itu tak sebanding dengan pembengkakan biaya. Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi melonjak 15,5% YoY menjadi Rp 11,09 triliun. Alhasil, laba usaha perusahaan tergerus 12,2% menjadi Rp 8,92 triliun.
Di sisi lain, ada beberapa pos beban yang justru menurun. Beban interkoneksi turun 11,9% menjadi Rp 1,81 triliun, sementara beban karyawan juga berkurang 3,1% menjadi Rp 4,03 triliun. Beban umum dan administrasi bahkan tercatat turun 13,8% menjadi Rp 1,56 triliun.
Danantara Pangkas Anak Usaha dari 67 Jadi 19 Entitas
Di tengah tekanan kinerja keuangan, Telkom Group tengah menjalankan program restrukturisasi besar-besaran. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong perampingan jumlah entitas anak usaha dari sebelumnya 67 menjadi hanya 19 perusahaan.
Langkah ini dibahas dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, di Wisma Danantara, Jakarta, pada Senin (25/5) lalu. "Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional," ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (29/5).
Strategi yang dijalankan mencakup merger, divestasi, likuidasi, hingga pembentukan enterprise holding baru. Program prioritas lainnya termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan pusat data (Data Center), TowerCo, dan InfraCo.
RUPS Juni 2026: Arah Baru bagi BUMN Telekomunikasi
Telkom dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 8 Juni 2026 mendatang. Salah satu agenda utama yang dipastikan dibahas adalah pemangkasan jumlah anak usaha secara besar-besaran, sejalan dengan arahan Danantara.
Selain itu, RUPS tahunan ini juga akan membahas persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian Tahun Buku 2025. Agenda lainnya mencakup pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengelolaan perusahaan sepanjang tahun lalu.
Dengan total aset mencapai Rp 289,95 triliun serta liabilitas Rp 134,14 triliun, langkah streamlining ini diharapkan mampu membuat struktur bisnis Telkom lebih ramping dan kompetitif di tengah persaingan industri telekomunikasi yang kian ketat.