JAKARTA — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda melemah 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Posisi rupiah saat ini berada di level Rp17.855 per dolar AS, mendekati batas psikologis Rp17.900. Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menyebut pelemahan ini merupakan dampak langsung dari kabar penyerangan terbaru AS ke Iran.
Kekhawatiran Perdamaian Timur Tengah Picu Aksi Hindar Risiko
Menurut Lukman, berita penyerangan tersebut memperumit prospek perdamaian di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong investor global beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS, sehingga mata uang lain tertekan.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Mata Uang Asia dan Negara Maju Ikut Terkoreksi
Pelemahan tidak hanya dialami rupiah. Mata uang di kawasan Asia mayoritas terpantau turun terhadap dolar AS pada pagi ini. Ringgit Malaysia melemah 0,24 persen, dolar Singapura turun 0,16 persen, dan yuan China terkoreksi 0,05 persen. Yen Jepang dan peso Filipina juga ikut tertekan.
Pengecualian terjadi pada dolar Hong Kong yang justru naik tipis 0,03 persen. Sementara itu, mata uang utama negara maju juga kompak melemah. Euro Eropa turun 0,13 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen.
Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Ia mengingatkan bahwa volatilitas masih mungkin terjadi jika ada perkembangan baru terkait konflik geopolitik di Timur Tengah.
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah ini menjadi perhatian pelaku pasar domestik, terutama importir dan perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS. Depresiasi rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku dan mempengaruhi harga barang di pasar lokal.