Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Investor Tunggu Data Neraca Berjalan dan Respons Iran

Jumat, 22 Mei 2026 • 09:55:01 WIB
Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Investor Tunggu Data Neraca Berjalan dan Respons Iran
Rupiah melemah ke level Rp17.700 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini.

JAMBI — Rupiah memulai perdagangan dengan catatan negatif, bergerak lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Mata uang Garuda kini berada dalam tren yang sama dengan sejumlah mata uang utama Asia, meskipun pergerakannya masih bervariasi.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Global yang Kontras

Di kawasan Asia, rupiah bukan satu-satunya yang terdepresiasi. Ringgit Malaysia turun 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, yen Jepang terkoreksi 0,06 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,16 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen. Sebaliknya, yuan China dan peso Filipina berhasil menguat tipis.

Tekanan terhadap dolar-dolar utama negara maju juga terlihat seragam. Euro Eropa, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, hingga franc Swiss semuanya kompak berada di zona merah terhadap greenback. Kondisi ini memperkuat dominasi dolar AS di pasar global pagi ini.

Dua Sentimen yang Menahan Pergerakan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan akan bergerak konsolidatif sepanjang hari. "Investor wait and see rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia," ujarnya. Data tersebut menjadi indikator fundamental yang akan menentukan arah nilai tukar dalam jangka pendek.

Selain faktor domestik, pasar juga masih mengantisipasi respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kerap memicu pergerakan harga komoditas dan mempengaruhi sentimen investor terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Rentang Pergerakan yang Diproyeksikan Analis

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Level Rp17.700 yang sudah tertembus pagi ini menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan.

Investor disarankan mencermati rilis data neraca transaksi berjalan yang dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Data ini akan menjadi sinyal apakah fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menahan laju pelemahan rupiah di tengah kuatnya dolar AS.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks