MUARO JAMBI — Lahan seluas 13,4 hektare yang dihibahkan Pemprov Jambi untuk calon Kodam berlokasi di Pondok Meja, Kecamatan Mestong. Lokasinya tepat berhadapan dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi dan berada di lingkungan kawasan pendidikan serta perkantoran.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan lahan tersebut sudah bersertifikat resmi milik Pemprov dan disiapkan sebagai tahap awal percepatan pembentukan Kodam.
"Sekitar 13,5 hektare sudah kami siapkan sebagai tahap awal. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan pendidikan, perkantoran, dan berhadapan langsung dengan SPN Polda Jambi," ujar Al Haris dalam sambutannya.
Alternatif Lahan di Mendalo-Pijoan untuk Pengembangan Masa Depan
Selain lahan awal di Pondok Meja, Pemprov Jambi juga mulai membidik kawasan Mendalo–Pijoan sebagai alternatif pengembangan kawasan pertahanan baru. Wilayah itu dinilai strategis karena terkoneksi langsung dengan jalur tol Jambi–Merlung–Rengat yang tengah dibangun.
Menurut Al Haris, kawasan tersebut berpotensi menjadi simpul pertahanan baru sekaligus pusat pengembangan fasilitas militer di masa mendatang. "Nantinya kawasan itu akan menjadi titik perlintasan penting. Jika Kodam berada di sana tentu sangat strategis. Sementara lahan yang sekarang dapat dikembangkan menjadi Rindam atau fasilitas militer lainnya," katanya.
Pangdam: Lahan Ini Akan Dilaporkan ke Mabesad
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, mengaku terkesan dengan dukungan Pemprov Jambi. Ia menilai lokasi lahan yang dihibahkan memiliki nilai strategis tinggi dan sangat potensial menjadi pusat pengembangan satuan TNI AD di wilayah Sumatera bagian tengah.
"Saya sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jambi. Lahan ini sangat bagus dan strategis. Ini akan kami laporkan ke Mabesad sebagai bagian dari rencana pengembangan satuan TNI Angkatan Darat," ujar Arief.
Ia menjelaskan, dalam rencana strategis TNI AD tahun 2027 akan dibentuk empat Kodam baru di Indonesia. Jambi dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satunya.
Dampak Kehadiran Kodam: Rantai Komando Lebih Cepat hingga Penanganan Bencana
Arief optimistis keberadaan Kodam Jambi nantinya akan mempercepat rantai komando dan memperkuat koordinasi pertahanan wilayah. "Kalau Kodam Jambi terbentuk, rantai kendali akan lebih cepat, koordinasi lebih efektif, termasuk dalam penanganan bencana dan pengamanan wilayah," katanya.
Selain pembangunan Kodam, Pemprov Jambi juga mulai menyiapkan lahan untuk pembangunan pangkalan udara (Lanud). Langkah ini seiring rencana peningkatan status Bandara Jambi menjadi bandara internasional.
Di akhir sambutannya, Pangdam juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap kesejahteraan prajurit TNI, termasuk rencana perbaikan rumah dinas dan fasilitas pendukung lainnya. "Saya bangga dengan perhatian Pak Gubernur terhadap prajurit kami. Semoga sinergi ini terus terjalin demi mewujudkan Jambi yang lebih maju, aman, dan kuat," pungkasnya.