JAMBI — Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo menekankan bahwa Subuh Keliling bukan sekadar seremoni. Program itu disebutnya sebagai bagian dari dukungan terhadap program Kapolri untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Kegiatan di Masjid Al-Munawarah itu dihadiri Karo Logistik Polda Jambi Kombes Pol Tofik Sukendar, Koorspripim Polda Jambi Kompol Muhammad Ridho Syawaludin Taufan, pengurus masjid, serta warga sekitar.
Selain Kapolda dan sejumlah pejabat utama Polda Jambi, hadir pula pengurus Masjid Al-Munawarah dan jamaah dari lingkungan Kelurahan Payo Lebar. Kehadiran jajaran kepolisian di masjid itu menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan warga.
Menurut Kapolda, pendekatan keagamaan dipilih karena masjid menjadi ruang pertemuan warga yang paling terbuka. Dari sana, polisi bisa mendengar keluhan dan persoalan lingkungan secara langsung.
Widodo meminta seluruh personel Polda Jambi konsisten melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid-masjid. Lewat kebiasaan itu, ia berharap kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dari kegiatan tersebut, personel diarahkan membangun komunikasi humanis, mempererat silaturahmi, menjalin kerja sama, sekaligus menyerap aspirasi warga. Persoalan yang berkembang di tengah masyarakat menjadi bahan yang didengar langsung, bukan lewat laporan tertulis semata.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif. Warga diimbau meningkatkan toleransi, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta tidak mudah terpengaruh berita bohong atau informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.
"Kami ingin Polri semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami dapat menjalin silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, serta mendengarkan secara langsung aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga harus menjadi bagian dari masyarakat," ungkap Kapolda Jambi.
Dalam kesempatan itu, Widodo mengajak masyarakat menjadi mitra Polri dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Kerukunan dinilainya sebagai tanggung jawab bersama, bukan tugas kepolisian semata.
"Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, meningkatkan toleransi, memperkuat persatuan, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong yang dapat memecah belah persaudaraan. Keamanan dan kerukunan merupakan tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
Subuh Keliling di Masjid Al-Munawarah menjadi rangkaian kegiatan Polda Jambi yang menyasar masjid-masjid di Kota Jambi. Pola ini menempatkan personel kepolisian berbaur dengan jamaah pada waktu salat, bukan hanya saat ada peristiwa atau laporan warga.