JAMBI — PT BYD Motor Indonesia tengah melakukan kajian mendalam untuk memasarkan BYD Racco di Indonesia. Respons positif konsumen Jepang menjadi modal awal, tetapi pabrikan masih menghitung berbagai aspek sebelum memutuskan.
"Model ini menjadi favorit di negara tersebut dan secara mengejutkan responsnya sangat positif," ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, Selasa (8/9/2026).
BYD Motor Indonesia sempat mengunggah Racco di media sosial untuk mengukur minat konsumen lokal. Hasilnya, menurut Luther, cukup menggembirakan meski belum cukup untuk memastikan peluncuran.
"Namun, kami masih ingin melihat sisi mana yang nantinya dapat menjadi strong point, khususnya dari sisi komunikasi produk, harga, dan promosi. Semua itu harus kami kalkulasikan," jelas Luther.
Pihaknya masih mempelajari aspek teknis hingga preferensi konsumen Indonesia. Keputusan akhir baru akan diambil setelah seluruh proses riset tuntas.
"Yang jelas memang di negara awal dia diperkenalkan itu tanggapan respon masyarakat cukup baik. Itu satu hal positif yang membuat kita makin confidence. Mudah-mudahan sesegera mungkin," tuturnya.
BYD Racco dirancang untuk segmen kei car yang dominan di Jepang. Dimensinya kompak dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, dan jarak sumbu roda 2.520 mm.
Tersedia tiga varian di Jepang: 200, 300 plus, dan 300 premium. Pembeli bisa memilih baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh atau 35,85 kWh. Motor listriknya menghasilkan tenaga 47 kW dengan torsi 160 Nm.
Soal harga, BYD Racco dibanderol mulai 2,14 juta yen atau sekitar Rp230 juta di Jepang. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu mobil listrik paling terjangkau di segmennya.