MUARO JAMBI — Kebakaran melanda lahan pribadi yang ditumbuhi semak belukar, serasah, dan pancang di Desa Muhajirin, Kabupaten Muaro Jambi. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Rahmat (34) yang melihat titik api saat melintas di Jalan Lintas Jambi–Ness, Rabu siang.
Laporan dari warga tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Muhajirin. Informasi itu kemudian memicu mobilisasi personel gabungan dari berbagai instansi untuk mencegah api meluas ke area lain.
Proses pemadaman melibatkan kekuatan besar. Sebanyak dua personel TNI, sembilan petugas BPBD, enam petugas Damkar, dan 12 personel Manggala Agni dikerahkan ke lokasi.
Selain aparat, sekitar 75 warga turut serta membantu memadamkan api secara gotong royong. Total kekuatan yang diterjunkan mencapai lebih dari seratus orang di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan bahwa kecepatan respons menjadi faktor utama dalam pengendalian kebakaran ini. Personel bergerak segera setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Personel bersama unsur terkait langsung bergerak setelah menerima informasi adanya kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dan api berhasil dikendalikan hingga seluruhnya padam,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Berdasarkan penanganan di lapangan, kebakaran ini dikategorikan sebagai kebakaran permukaan yang membakar vegetasi ringan seperti semak dan serasah. Tidak ada kendala berarti yang dihadapi selama proses pemadaman berlangsung.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Petugas juga tengah mencari informasi terkait pihak yang mengelola lahan tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran,” tegas Kombes Pol. Erlan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang membuat lahan mudah terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api.
“Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Apabila menemukan titik api, segera laporkan sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pungkasnya.
Kebakaran sempat menimbulkan dampak berupa pencemaran udara di sekitar lokasi. Namun, setelah penanganan bersama, kondisi berhasil dikendalikan dan api dinyatakan padam.