JAMBI — Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan komitmen peningkatan jam pengaliran air itu sudah dilaporkan kepada Wali Kota Jambi selaku kuasa pemilik modal. Rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) akan dilakukan lewat skema kerja sama business to business dengan investor.
Saat ini, seluruh pompa distribusi air di Kota Jambi masih bergantung pada pasokan listrik PLN. Arianto mengakui, frekuensi pemadaman listrik memang sudah jauh berkurang dibandingkan periode sebelumnya. Gangguan yang terjadi umumnya hanya berlangsung beberapa menit hingga satu jam karena pekerjaan pemeliharaan jaringan.
“Kami terus berkoordinasi dengan PLN untuk meminimalkan dampak pemadaman terhadap pelayanan,” ujar Arianto, Selasa.
Untuk mengantisipasi pemadaman lebih dari satu jam, Perumda Tirta Mayang telah menyiapkan genset bergerak. Genset tersebut akan ditempatkan di wilayah booster agar distribusi air tetap berjalan ke rumah pelanggan.
Meski begitu, Arianto mengungkapkan bahwa Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan intake belum memiliki genset cadangan. Namun, ia menambahkan, gangguan listrik di fasilitas vital tersebut kini sudah semakin jarang terjadi.
Perusahaan daerah ini juga akan memberikan informasi melalui kanal resmi jika distribusi air terganggu dalam waktu lama. Sebagai langkah darurat, mobil tangki akan dikerahkan untuk memasok air bersih secara gratis kepada pelanggan yang terdampak.
“Kami mengakui pelayanan air bersih di Kota Jambi saat ini belum sepenuhnya optimal,” kata Arianto.
Target 20 jam per hari itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih baik, terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi hari saat warga bersiap beraktivitas. Rencana pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan menggandeng investor melalui skema kerja sama bisnis.