JAMBI — Bukan di ruang rapat PWI atau Lemhannas, kali ini Mursyid Yusmar Sonsang duduk di meja delegasi forum internasional. Berdasarkan foto yang beredar, ia mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan dasi bermotif, kacamata hitam, serta sederet pin di dada. Namanya tertera jelas di papan nama.
Undangan ACJA ini menjadi momentum langka bagi tokoh pers senior asal Jambi itu. Ia hadir sebagai bagian dari delegasi JMSI, organisasi konstituen Dewan Pers yang juga ia dirikan di tingkat pusat.
Mursyid bukan nama baru di dunia jurnalistik. Ia memimpin PWI Provinsi Jambi selama dua periode berturut-turut. Sepak terjangnya meninggalkan jejak nyata di daerah.
Di bawah kepemimpinannya, perpustakaan pertama di Sumatera berdiri di lingkungan kantor PWI Jambi. Ia juga sukses membawa Jambi menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) pada 2012.
Perhelatan HPN 2012 menjadi tonggak penting. Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, hadir dan menginap dua malam di Jambi. Dari event tersebut, terjalin kerja sama antara Polri dan Dewan Pers—MoU yang terus diperpanjang hingga kini. Tugu Pers pun dibangun dan menjadi ikon Kota Jambi.
Mursyid juga tercatat sebagai wartawan stasiun televisi swasta pertama di Jambi. Suami dari Doktor Asnelly Ridha Daulay itu pernah memimpin Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI Jambi.
Pada 2012, ia menempuh Program Pendidikan Singkat Anggota Lemhannas—jenjang setara pejabat jenderal TNI/Polri maupun direktur jenderal. Ia seangkatan dengan mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Mulyono, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Komjen Pol (Purn) Arif Sulistyanyo, hingga Komjen (Purn) Pol Condro Kirono.
Puncak pengakuan datang pada 2021. PWI Pusat menganugerahinya Kartu Pers Nomor Satu dalam peringatan Hari Pers Nasional, diserahkan langsung Presiden Joko Widodo. Penghargaan itu bentuk apresiasi atas dedikasinya sebagai jurnalis yang tumbuh dari pengalaman lapangan.
Mursyid juga salah satu tokoh pendiri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat. Jaringan luas dan tangan dinginnya tak perlu diragukan lagi.