KOTA JAMBI — Setelah serah terima manfaat program Kampung Bahagia periode pertama rampung, Pemkot Jambi langsung bergerak menyiapkan tahap kedua. Wali Kota Maulana mengungkapkan sosialisasi tahap II akan dimulai pada Selasa pekan ini, dengan target pengerjaan fisik paling lambat September 2026.
Dari sisi keuangan, Maulana menegaskan realisasi tahap I sudah 100 persen. “Saat ini hanya tinggal petunjuk teknis terakhir untuk serah terima manfaat kepada masyarakat. Masyarakat harus tahu bahwa ini milik mereka, berjalan dari hasil keringat dan gotong royong mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi warga melalui swadaya justru melampaui ekspektasi. Banyak RT yang menambah kegiatan atau fasilitas di luar anggaran pemerintah. “Partisipasi masyarakat sangat luar biasa, banyak penambahan kegiatan maupun fasilitas yang dilakukan secara swadaya,” jelas Maulana.
Pemkot Jambi menetapkan jadwal yang lebih cepat untuk Kampung Bahagia tahap II tahun 2026. “Mulai bulan Juli ini sudah dilaksanakan musyawarah warga. Paling lambat bulan September sudah bisa dimulai pengerjaan atau gotong royong,” kata Maulana.
Serah terima manfaat tahap II ditargetkan pada Oktober 2026, sementara November hingga Desember akan diisi penyusunan laporan pertanggungjawaban. Wali Kota menekankan percepatan ini penting mengingat waktu yang tersisa di tahun anggaran.
Maulana menjelaskan program Kampung Bahagia tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. “Dana yang disalurkan akan berputar di tengah masyarakat melalui penggunaan yang dikelola langsung oleh Pokja Bahagia,” ujarnya.
Program berbasis gotong royong ini dinilai mampu menjawab kebutuhan warga di wilayah yang selama ini belum merasakan pemerataan pembangunan. “Keindahan program ini tercipta dari semangat kebersamaan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang sesuai kebutuhan wilayah,” tambah Maulana.
Sebanyak 797 RT di seluruh Kota Jambi telah melaksanakan program Kampung Bahagia tahap I. Pemkot menargetkan pemerataan serupa di tahap II, dengan fokus pada wilayah yang masih tertinggal.
Wali Kota Maulana menekankan program ini menjadi langkah strategis untuk mendukung Kota Jambi sebagai kota yang terus berkembang. “Bukan hanya infrastruktur, melainkan juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung,” pungkasnya.