MERANGIN – Sebuah video yang memperlihatkan tim gabungan kepolisian dicegat dan dihalau oleh sekelompok warga saat hendak melakukan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tanjung Putus, Kecamatan Tabir Barat, pada Kamis sore (9/7/2026). Dalam video berdurasi 1 menit 54 detik yang beredar, tampak sejumlah personel mengenakan rompi hitam bertuliskan "Polisi" dan membawa senjata laras panjang saat memasuki lokasi penambangan.
Namun, langkah petugas terhenti setelah mereka dicegat oleh sekelompok warga. Sempat terjadi dialog antara petugas dan warga sebelum tim gabungan akhirnya memilih meninggalkan lokasi.
Dalam rekaman video itu juga terlihat satu unit alat berat jenis excavator terparkir di area tambang, serta sejumlah alat tradisional untuk mendulang emas yang digunakan oleh warga, termasuk beberapa perempuan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tim yang melakukan penertiban merupakan gabungan aparat kepolisian, termasuk personel dari Mabes Polri.
Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Efendi, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, tim gabungan memutuskan mundur setelah melihat situasi di lapangan tidak kondusif.
"Benar, ada kegiatan penertiban PETI oleh tim gabungan. Namun, setelah melihat situasi di lapangan yang tidak kondusif dan jumlah masyarakat yang melakukan perlawanan lebih banyak, tim gabungan memutuskan kembali untuk melakukan konsolidasi," ujar AKBP Kiki saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/7/2026).
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait langkah lanjutan yang akan dilakukan aparat terhadap aktivitas PETI di lokasi tersebut maupun terkait keberadaan alat berat yang terlihat dalam video.