Laba SeaBank Melonjak 288% Jadi Rp375,6 Miliar di Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh 40%

Penulis: Wan Rizal  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 10:06:17 WIB
Laba SeaBank melonjak 288% menjadi Rp375,6 miliar pada kuartal I 2026.

JAMBI — PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mengawali 2026 dengan kinerja keuangan yang moncer. Laba bersih bank digital ini mencapai Rp375,6 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini, melesat 288% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp96,7 miliar pada kuartal I 2025.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley menyebut capaian ini membuktikan model bisnis bank digital mampu menjawab kebutuhan finansial masyarakat. "Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (21/5).

Pertumbuhan Aset, Kredit, dan Dana Pihak Ketiga

Total aset SeaBank tercatat Rp49,7 triliun hingga Maret 2026, naik 33% dibandingkan Rp37,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspansi ini didorong oleh penyaluran kredit yang berkualitas dan penempatan likuiditas yang prudent pada instrumen aman.

Dari sisi intermediasi, SeaBank menyalurkan kredit sebesar Rp34,80 triliun, tumbuh 40,83% dari Rp24,71 triliun. Fokus penyaluran kredit bank ini adalah segmen retail individual melalui produk direct lending dan kerja sama strategis dengan perusahaan pembiayaan (multifinance) serta mitra lending partner.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melesat 44,58% menjadi Rp39,1 triliun dari sebelumnya Rp27 triliun. Struktur pendanaan SeaBank tergolong sehat karena didominasi dana murah (CASA) sebesar 69,10% dari total DPK. Komposisi ini menekan biaya bunga dan menjadi salah satu pilar profitabilitas bank digital.

Risiko Kredit Terkendali, Modal Masih Kuat

Meskipun agresif mengerek portofolio kredit, SeaBank tetap menjaga kualitas aset. Rasio kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loan/NPL Gross) tercatat 1,56%, masih di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator. Angka ini menunjukkan proses underwriting dan manajemen risiko berjalan disiplin.

SeaBank juga memiliki bantalan modal yang tebal. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level 21,88% pada akhir kuartal I 2026, jauh di atas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Setiap angka dalam laporan keuangan ini merepresentasikan kepercayaan nasabah yang kami jaga, komitmen yang kami penuhi, dan nilai yang terus kami ciptakan bersama," pungkas Sasmaya.

Bagaimana Posisi SeaBank di Industri Bank Digital?

Pertumbuhan laba tiga kali lipat ini menempatkan SeaBank sebagai salah satu pemain bank digital dengan traksi positif di Indonesia. Persaingan di segmen ini memang ketat, dengan pemain lain seperti Bank Jago, Bank Neo Commerce, dan Bank Allo juga terus berekspansi. Namun, kemampuan SeaBank menjaga rasio CASA di atas 69% menjadi keunggulan kompetitif tersendiri karena biaya dana yang rendah memungkinkan bank menawarkan suku bunga kredit yang kompetitif.

Ke depan, investor dan pelaku pasar akan mencermati apakah SeaBank mampu mempertahankan laju pertumbuhan laba ini sepanjang 2026, terutama di tengah tekanan likuiditas dan potensi perubahan suku bunga acuan.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top