MUARA BUNGO — Pemerintah Kabupaten Bungo resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya banjir dan tanah longsor di sembilan kecamatan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 4.386 unit rumah warga terdampak dan terendam air.
Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Sementara itu, satu warga lainnya meninggal dunia diduga tersengat aliran listrik saat banjir melanda kawasan permukiman.
Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak pada Jumat (15/5). Dalam kunjungan itu, Wabup menyambangi Kampung Lubuk Tenam, Pondok Pesantren Hijratul Khair di Kelurahan Manggis, serta Dusun Purwo Bhakti, Kecamatan Bathin III.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga dan melihat sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk bergerak cepat dalam penanganan masa darurat ini,” ujar Wabup.
Sebagai langkah penanganan darurat, Pemkab Bungo telah mendirikan sejumlah tenda pengungsian di titik-titik strategis. Dapur umum juga mulai dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga yang rumahnya tidak lagi dapat ditempati akibat banjir maupun longsor.
Wabup didampingi Kepala BPBD, Kepala Kesbangpol Kabupaten Bungo, serta Camat Bathin III dalam peninjauan tersebut. Kehadiran jajaran pejabat daerah ini sekaligus untuk memetakan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan dampak bencana masih terus dilakukan oleh tim gabungan.