Lebih dari 2.000 responden angkat bicara. Mayoritas pengguna teknologi ternyata rela merogoh kocek untuk layanan AI berbayar. Temuan ini membalik asumsi umum bahwa kebanyakan orang hanya memakai versi gratis.
Android Authority menggelar jajak pendapat tentang kebiasaan berlangganan AI. Hasilnya kontras. Dari total 2.000 lebih suara yang masuk, hanya 43% responden mengaku tidak membayar sepeser pun untuk layanan AI. Namun, angka itu kalah jika digabungkan dengan mereka yang berlangganan satu atau dua layanan — mencapai 48%.
Kelompok terbesar justru berasal dari pengguna yang berlangganan satu atau dua layanan AI. Mereka mewakili hampir separuh responden, mengungguli kelompok yang tidak berlangganan sama sekali. Artinya, membayar untuk AI bukan lagi perilaku marginal.
Sebanyak 33% responden secara eksplisit mengaku berlangganan layanan AI. Sisanya terbagi dalam kategori lebih dari dua langganan: 6% untuk tiga layanan, 1% untuk empat layanan, dan sebagian kecil untuk lima layanan atau lebih.
Fenomena menarik muncul dari komentar pembaca. Sejumlah responden ternyata mendapatkan akses AI premium sebagai paket bundling dari layanan lain. Seperti diungkap pengguna shie896, “Saya mendapatkan Gemini Plus sebagai bagian dari langganan Google One, dan itu sudah cukup bagi saya.”
Pola ini menunjukkan adopsi AI berbayar mungkin lebih tinggi dari angka permukaan. Banyak pengguna tidak sadar telah membayar fitur AI karena tergabung dalam paket penyimpanan cloud atau layanan produktivitas.
Rekan saya Bryan Wolfe menyarankan pengguna melakukan audit sederhana. “Cermati layanan AI mana yang benar-benar Anda butuhkan — Anda bisa menghemat banyak uang hanya dengan evaluasi rutin,”
tulisnya dalam artikel tempat jajak pendapat ini dimuat.
Rata-rata biaya langganan AI berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 320.000 per layanan per bulan. Pengguna yang berlangganan tiga layanan bisa membayar hampir Rp 1 juta setiap bulan. Angka yang tidak sedikit untuk fitur yang mungkin hanya dipakai sesekali.
Bagi pengguna Indonesia, temuan ini relevan. Layanan seperti ChatGPT Plus, Copilot Pro, atau Gemini Advanced mulai banyak digunakan di pasar lokal. Sebelum menambah langganan baru, ada baiknya menghitung ulang — apakah fitur premium benar-benar diperlukan, atau versi gratis sudah mencukupi.