Sarolangun: Pekan Budaya Jadi Benteng Pemuda Jambi dari Budaya Luar

Penulis: Said Fauzi  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:13:53 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Jambi, Hj Hesnidar Haris, menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui Pekan Budaya di Sarolangun.

SAROLANGUN — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj Hesnidar Haris, menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal di tengah derasnya arus modernisasi saat ini. Ia menilai Pekan Budaya yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam rangkaian TMMJ merupakan langkah strategis menjaga identitas bangsa agar tetap dikenal generasi mendatang.

Hesnidar mengingatkan bahwa budaya lokal adalah warisan yang tidak boleh hilang ditelan zaman. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai tradisi nenek moyang sangat krusial agar jati diri masyarakat Jambi tidak tergerus oleh pengaruh luar yang belum tentu sesuai dengan norma setempat.

Upaya Menggali Tradisi yang Terancam Punah

Dalam kunjungannya pada penutupan acara tersebut, Hesnidar menekankan prinsip "tak lapuk di hujan, tak lekang di panas" sebagai landasan menjaga budaya. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar secara konsisten untuk menggali kembali potensi tradisi yang mulai terlupakan.

“Kita perlu melaksanakan kegiatan seperti ini agar generasi setelah kita paham dan tahu berbagai macam budaya serta tradisi daerah. Saya berharap budaya nenek moyang yang mungkin mulai tergerus zaman dan terancam punah dapat kita gali serta lestarikan kembali,” ujar Hesnidar di Sarolangun.

Seni Berpantun Dinilai Lebih Efektif Sentuh Anak Muda

Salah satu aspek budaya yang disoroti secara khusus adalah seni berpantun. Hesnidar mengamati bahwa komunikasi melalui pantun memiliki daya tarik tersendiri yang mampu merangkum pesan mendalam dengan cara yang lebih berkesan dibandingkan pidato formal.

Penyampaian pesan lewat seni dianggap lebih mudah diterima oleh kalangan muda. Nilai estetika dalam pantun dinilai mampu membangkitkan rasa penasaran sekaligus kecintaan terhadap kekayaan bahasa daerah yang menjadi alat pemersatu masyarakat.

“Budaya adalah alat pemersatu. Contohnya pantun, meski sudah lama, orang tetap penasaran. Kita bisa menampilkan seni ini dalam berbagai kesempatan agar penyampaian pesan lebih menarik dan bernilai seni,” katanya menambahkan.

Dorongan Pelestarian Budaya di Seluruh Kabupaten Jambi

Melihat keberhasilan di Sarolangun, Hesnidar mendorong pemerintah kabupaten dan kota lain di Provinsi Jambi untuk melakukan langkah serupa. Penguatan identitas lokal di tingkat daerah dianggap sebagai pertahanan utama bagi para pemuda di tengah keterbukaan informasi global.

Ia memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang telah memberikan ruang bagi ekspresi budaya lokal. Sinergi antarwilayah diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebudayaan yang kuat di seluruh Bumi Pucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Terima kasih kepada Kabupaten Sarolangun. Kita berharap daerah lain juga menggali potensi budaya masing-masing. Tujuannya jelas, memperkenalkan identitas kita kepada generasi muda di tengah gempuran tradisi luar,” pungkas Hesnidar.

Reporter: Said Fauzi
Back to top