Program Makan Bergizi Jambi Serap Rp7,2 Miliar dan 10 Ribu Pekerja

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 10:03:10 WIB
Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B Ali memimpin pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jambi.

JAMBI — Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B Ali menghadiri rapat konsolidasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat provinsi di Hotel BW Luxury Jambi, Sabtu (2/5/2026). Pertemuan ini menjadi langkah krusial untuk menyinkronkan pengawasan dan teknis pelaksanaan program prioritas nasional tersebut di wilayah Jambi.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya. Sejumlah pejabat teras hadir, mulai dari Gubernur Jambi Al Haris, Anggota DPR RI H.A. Bakri HM dan Rocky Candra, hingga jajaran Forkopimda untuk memastikan kesiapan infrastruktur pangan di daerah.

Pemerintah Provinsi Jambi melaporkan kesiapan operasional melalui 205 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Keberadaan titik layanan ini bertujuan memastikan distribusi makanan bergizi menjangkau sasaran tepat waktu dengan standar gizi yang terjaga.

Target Gizi untuk Ibu Hamil dan Anak di 205 Titik

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa implementasi Program MBG di wilayahnya sudah berjalan sesuai instruksi Presiden RI. Fokus utama sasaran adalah anak-anak sekolah, ibu hamil, serta ibu menyusui untuk menekan angka stunting secara masif di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

"Program Makan Bergizi Gratis ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal," ujar Al Haris dalam keterangannya.

Al Haris optimistis program ini akan menjadi katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jambi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaksana lapangan menjadi kunci utama agar program tidak sekadar berjalan, tetapi memberikan dampak gizi yang terukur.

Dampak Ekonomi Jambi Capai Rp7,2 Miliar per Hari

Wakil Kepala BGN RI Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya memaparkan bahwa Program MBG bukan sekadar urusan pemenuhan nutrisi, melainkan instrumen penggerak ekonomi daerah. Di Provinsi Jambi, perputaran uang dari program ini diperkirakan mencapai angka Rp7,2 miliar setiap harinya.

Serapan anggaran tersebut berdampak pada pembukaan hampir 10 ribu lapangan kerja baru. Sektor UMKM dan penyedia pangan lokal mendapatkan porsi besar dalam rantai pasok, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di kota, tetapi hingga ke desa-desa.

“Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, serta menekan angka stunting dan malnutrisi,” kata Sony Sonjaya. Ia menambahkan bahwa kesamaan persepsi antar-stakeholder sangat penting untuk menghindari kendala teknis di lapangan.

Peran Polda Jambi dalam Pengawasan dan Transparansi SOP

Dari sisi keamanan dan pengawalan, Polda Jambi berkomitmen memastikan seluruh proses distribusi berjalan tertib. Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B Ali menekankan bahwa Polri hadir untuk menjamin transparansi dan mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program skala besar ini.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menjelaskan bahwa kehadiran Wakapolda merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap agenda strategis pemerintah. Pengawasan akan dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga ke satuan pelayanan terkecil di lapangan.

“Polda Jambi mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran Wakapolda dalam rapat konsolidasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengawal dan memastikan program berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran,” ujar Erlan Munaji.

Polda Jambi akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas keamanan selama program berlangsung. Melalui pengawasan ketat terhadap kepatuhan SOP dan keterbukaan terhadap pengaduan masyarakat, diharapkan target Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas SDM dapat tercapai secara optimal.

Reporter: Redaksi
Back to top