JAMBI — Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan asap yang masuk ke Kota Jambi berasal dari karhutla di Tanjung Jabung Timur, khususnya kawasan Berbak, serta Muaro Jambi di Kumpeh dan Sungai Gelam.
Daftar sumber asap itu tidak berhenti di wilayah Provinsi Jambi. Jaya menyebut tiga kabupaten di Sumatera Selatan — Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI) — turut menyumbang asap yang terbawa hingga ke Kota Jambi.
Pergerakan Angin Bawa Asap dari Tenggara ke Kota Jambi
Jaya menjelaskan, angin saat ini dominan bergerak dari tenggara menuju barat laut. Arah itu memungkinkan asap dari kawasan di bagian tenggara dan selatan Kota Jambi bergerak masuk ke wilayah perkotaan.
"Untuk Kota Jambi, kabut asap yang masuk berasal dari kebakaran hutan dan lahan seperti di Tanjung Jabung Timur, kemudian Muaro Jambi di Kumpeh dan Sungai Gelam," kata Jaya saat dikonfirmasi, Rabu 16 September 2026.
BMKG Pantau Sebaran Asap di Jambi dan Sumatera Selatan Lewat Satelit
BMKG sebelumnya melaporkan sebaran asap terpantau di Jambi dan Sumatera Selatan dalam pemantauan satelit. Temuan itu memperkuat gambaran bahwa kabut asap di Kota Jambi bukan berasal dari satu titik karhutla saja.
Kombinasi sumber asap dari dalam dan luar Provinsi Jambi membuat penanganan kabut asap di Kota Jambi menuntut koordinasi lintas wilayah. Asap dari Sumatera Selatan masuk melalui pergerakan angin yang sulit dibendung.
Dampak bagi Warga Kota Jambi
Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Kualitas udara perkotaan menurun seiring masuknya asap dari berbagai titik karhutla.
Warga Kota Jambi perlu mewaspadai kondisi ini, terlebih saat angin dominan bergerak dari tenggara ke barat laut yang membawa asap dari wilayah selatan dan tenggara kota.