Pencarian

SKK Migas PetroChina Latih 24 Pelaku Kuliner Geragai soal Keamanan Pangan, Target Kantin Sehat 2026

Kamis, 03 September 2026 • 20:02:31 WIB
SKK Migas PetroChina Latih 24 Pelaku Kuliner Geragai soal Keamanan Pangan, Target Kantin Sehat 2026
SKK Migas PetroChina memberikan pelatihan keamanan pangan kepada 24 pelaku kuliner di Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur.

MUARASABAK — Puluhan pedagang kuliner di kawasan Pasar Blok D, Kelurahan Pandan Jaya, dan sekitarnya di Kecamatan Geragai mendapatkan pelatihan tata cara pengelolaan makanan yang higienis. Seminar yang berlangsung di Base Camp SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd ini menghadirkan dr. William Aditya selaku Senior Medical Officer PetroChina, serta Desi Arisandi dan Siti Indah Meylia dari Dinas Kesehatan Tanjab Timur.

Materi yang disampaikan mencakup standar kebersihan tempat usaha, cara penyimpanan bahan pangan, hingga teknik pengolahan yang aman dikonsumsi. dr. Henny Muhammad dari Puskesmas Simpang Pandan turut hadir sebagai tenaga medis pendamping dalam kegiatan tersebut.

Mengapa Pelatihan Ini Penting bagi Pedagang Lokal?

Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan PetroChina untuk meningkatkan mutu kuliner yang dijajakan masyarakat di sekitar area operasionalnya. Perusahaan menargetkan para pelaku usaha mampu memenuhi standar kantin sehat yang mulai diberlakukan tahun depan.

Haliza, pemilik usaha ayam geprek di Pasar Blok D, mengaku mendapatkan pemahaman baru. Sebagian materi memang sudah ia terapkan, tetapi beberapa teknik penyimpanan dan kebersihan lingkungan dapur menjadi ilmu tambahan yang langsung ia praktikkan.

Modal Utama Sertifikasi Halal dan Higienitas

Mirnawati, produsen kue basah dan kue khas Bugis dari Kelurahan Pandan Jaya, menyambut baik pelatihan ini. Usahanya yang memasarkan produk lewat media sosial kerap menerima pesanan dalam jumlah besar untuk acara keagamaan dan kegiatan kelompok masyarakat.

"Ilmu dan wawasan baru yang kami dapat bisa langsung kami terapkan dalam usaha," ujarnya. Ia berharap sertifikasi kelayakan pangan dari Dinas Kesehatan semakin memperluas jangkauan pemasaran kuliner buatannya ke luar kecamatan.

Apa Dampaknya bagi Keberlangsungan Usaha Kuliner?

Novi Desmala Dewi, pemilik rumah makan Dendeng Batokok Geragai, menilai program ini sangat membantu para pedagang kecil. Standar kebersihan yang baik menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang semakin peduli pada aspek kesehatan makanan.

Haliza menambahkan, usahanya yang buka 24 jam setiap hari mendapat pesanan paket ayam geprek yang cukup ramai. Dengan penerapan standar higienitas dari pelatihan ini, ia optimistis kepercayaan konsumen terhadap dagangannya akan meningkat.

Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi antara industri migas dan pemerintah daerah dalam memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional. Para pelaku usaha kini memiliki bekal teknis untuk mengembangkan bisnis kuliner mereka secara lebih profesional.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks