JAMBI — Era truk pikap murah sudah lama berakhir. Dulu, segmen ini dipenuhi kendaraan kerja sederhana yang bisa dibeli sebagai mobil ketiga untuk angkut material bangunan atau membuang puing renovasi rumah. Kini, inflasi dan biaya produksi yang terus naik membuat pilihan truk baru di bawah USD 35.000 (sekitar Rp 560 juta) menyusut drastis.
Pertanyaannya, apakah lima model yang tersisa layak dibeli? Atau lebih bijak melirik unit bekas yang menawarkan kemampuan lebih besar dengan uang jauh lebih sedikit? Berikut perbandingannya.
Ford Maverick vs Honda Ridgeline Bekas
Ford Maverick sejatinya pikap kecil yang menyenangkan. Varian hybrid dasarnya sangat irit dan penjualannya tetap kuat. Namun, harga dasarnya yang sempat dijanjikan di bawah USD 20.000 (Rp 320 juta) saat diluncurkan 2022, kini meroket 50 persen. Per Agustus 2026, harga dasar Maverick XL EcoBoost mencapai USD 29.685 (Rp 474,9 juta) termasuk biaya pengiriman.
Masalahnya, tanpa paket towing seharga USD 4.760 (Rp 76,1 juta), Maverick cuma mampu menarik beban 2.000 pon. Pada dasarnya ini sedan yang ditinggikan dengan bak kecil di belakang. Sebagai alternatif, Honda Ridgeline bekas jauh lebih menarik. Mesin J-series miliknya terkenal bandel dan mampu bertahan lebih lama. Kapasitas tariknya mencapai 5.000 pon, torsinya lebih besar, dan kabinnya lebih lega. Model lama dengan kilometer tinggi bisa didapat dengan harga di bawah sepertiga Maverick baru.
Chevrolet Colorado vs Avalanche Bekas
Chevrolet Colorado adalah pikap yang kompeten, terutama di varian atas. Varian dasar WT dengan penggerak roda belakang dibanderol USD 34.495 (Rp 551,9 juta), sudah termasuk mesin 2.7 liter turbo bertenaga 310 hp. Namun saat diuji, kabinnya terasa sempit meski dimensi truknya besar. Tanpa paket ZR2 atau Trail Boss yang mahal, tampilannya pun kurang gagah.
Daripada mengeluarkan uang sebesar itu, Chevrolet Avalanche bekas adalah pilihan lebih logis. Unit 2009 dengan kilometer rendah dan cat oranye menarik bisa didapat dengan harga kurang dari setengah Colorado baru. Kabinnya lapang dan terang, dan varian penggerak roda belakang mampu menarik trailer hingga 8.100 pon — jauh di atas kapasitas 3.500 pon Colorado dasar.
Hyundai Santa Cruz vs Subaru Baja Bekas
Hyundai Santa Cruz SE dengan penggerak roda depan dibanderol USD 31.350 (Rp 501,6 juta). Model dasar ini dibekali mesin 2.5 liter empat silinder. Namun, sebagai pikap unibody, ia bersaing langsung dengan Maverick dan Ridgeline di kategori yang sama.
Subaru Baja bekas bisa menjadi alternatif menarik. Meski produksinya sudah lama dihentikan, Baja menawarkan konsep serupa: kendaraan serbaguna dengan bak terbuka di belakang. Harganya di pasar bekas jauh lebih bersahabat, dan penggerak all-wheel drive standarnya menjadi nilai plus yang tidak dimiliki Santa Cruz dasar.
Pada akhirnya, membeli truk baru di bawah USD 35.000 berarti menerima banyak kompromi, baik dari segi tenaga, kapasitas tarik, maupun kenyamanan. Dengan budget yang sama, pasar bekas justru menyediakan pikap yang lebih mumpuni dan tetap andal untuk kebutuhan harian maupun pekerjaan berat.