Pencarian

ISPU Kota Jambi Masih 158, DLH: Tren Menurun tapi Kualitas Udara Belum Sehat

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:04:31 WIB
ISPU Kota Jambi Masih 158, DLH: Tren Menurun tapi Kualitas Udara Belum Sehat
Warga melintas di tengah kabut asap yang menyelimuti kawasan Kota Jambi, Sabtu (18/5/2025), dengan nilai ISPU 158 yang masih masuk kategori tidak sehat.

Kualitas udara di Kota Jambi masih berada pada kategori tidak sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 158 pada Sabtu pagi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi mencatat tren angka tersebut mulai menurun, namun warga tetap diminta waspada, terutama kelompok rentan yang memiliki gangguan pernapasan.

JAMBI — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayahnya masih berada di angka 158 per Sabtu pagi. Angka tersebut memang menunjukkan tren penurunan, tetapi status kualitas udara belum beranjak dari kategori tidak sehat.

Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan penurunan nilai ISPU mulai terlihat sejak pagi. Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah karena ambang batas kategori tidak sehat masih jauh terlampaui.

"Alhamdulillah, trennya menurun sejak pagi tadi dan saat ini indeks standar pencemar udara di angka 158, namun masih kategori tidak sehat," katanya di Jambi, Sabtu.

Masker Wajib bagi Kelompok Rentan

Nilai ISPU di atas 100 sudah masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi warga dengan gangguan pernapasan, anak-anak, serta lansia yang lebih rentan terdampak polusi udara.

Mahruzar merekomendasikan penggunaan masker bagi seluruh masyarakat, terutama karena angka ISPU telah menembus level 150. Ia juga meminta kelompok rentan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

"Masyarakat direkomendasikan menggunakan masker," ujarnya.

Kabut Asap Karhutla Jadi Penyebab Utama

Peningkatan ISPU di Kota Jambi diduga kuat dipicu kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar yang terbawa angin. DLH terus memantau pergerakan angin dan fluktuasi kualitas udara untuk mengantisipasi memburuknya kondisi.

Kendati demikian, potensi karhutla di dalam kota dinilai relatif kecil. Mahruzar menyebut wilayah Kota Jambi tidak memiliki kawasan hutan yang luas, sehingga jika terjadi kebakaran, umumnya hanya melanda area semak belukar.

"Insya Allah potensi karhutla juga tidak ada, karena Kota Jambi tidak memiliki hutan yang luas," kata Mahruzar.

Aktivitas Luar Ruangan Perlu Disesuaikan

DLH Kota Jambi mengimbau warga menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi udara terkini. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap berada di dalam rumah dan menjaga sirkulasi udara tetap bersih.

Pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan secara berkala. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah terkait status ISPU di Kota Jambi.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks