Pencarian

Rupiah di Jambi dan Nasional Diprediksi Bergerak di Rp17.700-Rp17.825 Usai Rilis Data NPI Kuartal II-2026

Jumat, 21 Agustus 2026 • 15:39:32 WIB
Rupiah di Jambi dan Nasional Diprediksi Bergerak di Rp17.700-Rp17.825 Usai Rilis Data NPI Kuartal II-2026
Rupiah dibuka datar di level Rp17.748 per dolar AS pada perdagangan Jumat ini.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat ini terpantau datar di level Rp17.748, sama seperti posisi penutupan sebelumnya. Pergerakan mata uang Garuda ini akan sangat ditentukan oleh rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026 yang dijadwalkan keluar hari ini oleh Bank Indonesia.

JAMBI — Pasar keuangan domestik siang ini menanti sinyal baru dari data fundamental ekonomi. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut rilis data NPI kuartal II-2026 menjadi sentimen utama yang menggerakkan nilai tukar rupiah hari ini.

“Bank Indonesia dijadwalkan merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2Q26 hari ini,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Pergerakan rupiah yang cenderung stabil di awal sesi mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar. Mereka menunggu konfirmasi mengenai besarnya defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sebelum melakukan aksi beli atau jual dolar AS.

Defisit Transaksi Berjalan Diprediksi Melebar Signifikan

Josua memperkirakan CAD pada kuartal II-2026 akan melebar cukup tajam menjadi 3,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini berbanding terbalik dengan capaian kuartal I-2026 yang tercatat hanya 1,09 persen terhadap PDB.

Pelebaran defisit tersebut utamanya didorong oleh peningkatan musiman pada arus keluar pendapatan primer. Faktor ini berkaitan dengan pembayaran imbal hasil atas aset domestik kepada investor non-residen.

Selain itu, kinerja neraca barang juga ikut memburuk. Hal ini sejalan dengan tercatatnya defisit perdagangan pada Mei dan Juni 2026 yang menekan posisi ekspor-impor nasional.

Sentimen Global: Buyback Obligasi AS Turunkan Daya Tarik Dolar

Dari sisi eksternal, ada angin segar yang turut memengaruhi pergerakan rupiah. Pemerintah AS mengumumkan program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah berjangka panjang.

Operasi pasar tersebut bertujuan menurunkan imbal hasil (yield) obligasi jangka panjang yang sebelumnya sempat melonjak ke level tertinggi dalam 20 bulan, khususnya untuk obligasi 10 tahun AS.

Dengan imbal hasil obligasi AS yang menurun, daya tarik dolar AS sebagai aset investasi ikut melemah. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan ruang apresiasi bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Berdasarkan kombinasi faktor domestik dan eksternal tersebut, Josua memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.700 hingga Rp17.825 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Pelaku pasar di Jambi dan pusat-pusat keuangan lainnya disarankan mencermati angka CAD yang akan diumumkan. Realisasi yang lebih buruk dari perkiraan berpotensi mendorong pelemahan rupiah, sementara data yang sesuai atau lebih baik dari estimasi bisa memperkuat posisi mata uang nasional.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks