Pencarian

Rupiah Tertekan ke Rp 17.863 per Dolar AS, Dolar Australia Paling Tertekan

Rabu, 19 Agustus 2026 • 10:33:31 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp 17.863 per Dolar AS, Dolar Australia Paling Tertekan
Rupiah ditutup melemah ke level Rp 17.863 per dolar AS pada perdagangan Rabu (19/8/2026).

JAMBI — Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (19/8/2026), dolar AS masih betah bercokol di kisaran Rp 17.800-an. Posisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah belum mereda meski laju pelemahannya cenderung melambat dibanding sesi-sesi sebelumnya.

Di pasar valuta asing Asia, dolar AS justru menunjukkan pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama. Yen Jepang menjadi yang paling perkasa dengan penguatan 0,11%, disusul euro yang naik 0,02%, serta dolar Singapura dan yuan China yang sama-sama menguat 0,01%.

Dolar Australia dan Poundsterling Jadi Pengecualian

Dari total delapan mata uang utama yang dipantau, hanya dua yang gagal menguat melawan dolar AS. Dolar Australia menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 0,18%, sementara poundsterling melemah tipis 0,01%.

Pola pergerakan ini mengindikasikan bahwa pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan oleh faktor domestik ketimbang penguatan menyeluruh dolar AS di pasar global. Saat dolar AS justru melemah terhadap yen dan euro, rupiah masih belum mampu memanfaatkan momentum tersebut.

Apa Artinya bagi Pergerakan Rupiah ke Depan

Stabilnya dolar AS di level Rp 17.800-an dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pasar masih mencermati arah kebijakan moneter domestik. Para pelaku pasar valas cenderung wait and see sebelum menempatkan posisi lebih besar.

Untuk perdagangan hari ini, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berada dalam rentang yang sempit. Level psikologis Rp 17.800 menjadi support terdekat yang harus dijaga, sementara tekanan jual dolar AS dari pelaku korporasi bisa menjadi penyeimbang di pasar.

Bagi importir, posisi kurs saat ini masih memberatkan karena biaya pembelian bahan baku dari luar negeri tetap tinggi. Sebaliknya, eksportir justru diuntungkan karena penerimaan devisa dalam dolar AS menghasilkan lebih banyak rupiah saat dikonversi.

Investasi mengandung risiko.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks