Pencarian

Basarnas Siagakan 211 Personel untuk 2.557 Pendaki Upacara 17 Agustus di Gunung Bawakaraeng

Senin, 17 Agustus 2026 • 02:37:31 WIB
Basarnas Siagakan 211 Personel untuk 2.557 Pendaki Upacara 17 Agustus di Gunung Bawakaraeng
Personel Basarnas dan tim SAR gabungan bersiaga di sejumlah titik strategis untuk mengawal 2.557 pendaki yang mengikuti upacara 17 Agustus di Gunung Bawakaraeng.

JAMBI — Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan tim SAR gabungan telah ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari posko pendakian hingga kawasan puncak. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aktivitas pendakian berlangsung aman sekaligus mempercepat respons jika terjadi insiden.

"Fokus kami adalah memastikan seluruh pendaki dapat menjalankan kegiatan dengan aman dan apabila terjadi kondisi darurat, tim dapat segera memberikan pertolongan," ujar Arif, Minggu (16/8).

Sebaran Pendaki di Empat Jalur Resmi

Berdasarkan data pemantauan pada hari kedua Siaga Khusus, Minggu (16/8), para pendaki terbagi di empat jalur registrasi. Jalur Bulu Balea menjadi titik terbanyak dengan 1.195 orang, disusul Tassoso 872 orang, Kanreapia 396 orang, dan Lembanna 94 orang.

Sebanyak 211 personel dari berbagai unsur SAR dikerahkan dalam operasi ini. Mereka bertugas di Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, kawasan puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

Kondisi Cuaca dan Imbauan Keselamatan

Hingga pemantauan terakhir, Arif menyatakan situasi di gunung yang berada di Kabupaten Gowa itu masih aman. Belum ada laporan pendaki yang mengalami sakit atau membutuhkan pertolongan darurat, dan kondisi cuaca dilaporkan cerah.

"Sampai saat ini, situasi masih aman dan belum ada laporan pendaki yang mengalami trouble. Kami mengimbau seluruh pendaki tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan relawan di lapangan," kata Arif.

Meski cuaca cerah, Basarnas mengingatkan pendaki agar tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu di ketinggian. Pendaki yang mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan diminta tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.

"Semangat memperingati kemerdekaan harus tetap dibarengi dengan kesadaran keselamatan. Jangan sampai euforia pendakian membuat kita mengabaikan kondisi diri sendiri maupun lingkungan," pungkasnya.

Follow halojambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks