KERINCI — Arus pendakian Gunung Kerinci mengalami lonjakan signifikan jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan data sementara dari petugas di pintu registrasi R.10 Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, Sabtu pagi, tercatat 118 orang telah memulai pendakian.
Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah hingga Minggu (16/8), sehari sebelum puncak peringatan 17 Agustus. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBTNKS, Delfi Andra, menyebutkan angka ini berpotensi membengkak karena banyak pendaki yang sengaja memilih momen kemerdekaan untuk berpuncak.
Kebijakan Khusus: Kuota Harian Ditiadakan
Berbeda dengan hari biasa, BBTNKS tidak memberlakukan batas kuota harian pada momentum tahun ini. Pada hari normal, pengelola membatasi 87 pendaki per hari untuk jalur Kersik Tuo (Jambi) dan 50 pendaki untuk jalur Solok Selatan (Sumatera Barat).
Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan daya tampung di tempat singgah atau shelter. Petugas akan terus memantau kondisi di shelter tiga sebagai titik kontrol utama.
“Yang melakukan pendakian tidak semuanya hobi mendaki, karena ada momen peringatan HUT Kemerdekaan jadi agak membludak pendakinya. Petugas akan kontrol di shalter tiga, kalau sudah penuh, nanti petugas akan stop di bawah (pos registrasi),” kata Delfi.
Antisipasi Kepadatan di Shelter Tiga
Jika area shelter tiga sudah tidak mampu menampung tenda, petugas akan menghentikan sementara arus pendakian dari pos registrasi. Pendaki yang datang belakangan akan diarahkan untuk beristirahat atau menunda pendakian hingga keesokan harinya.
Langkah ini diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan para pendaki yang mayoritas membawa peralatan berkemah lengkap untuk menginap di puncak.
Imbauan Keselamatan dan Larangan Meninggalkan Sampah
Delfi menambahkan, seluruh pendaki diwajibkan mematuhi arahan petugas saat registrasi di pos pintu masuk. Aturan utama yang ditekankan adalah larangan meninggalkan sampah di sepanjang jalur pendakian maupun di area puncak.
BBTNKS mengimbau agar seluruh pendaki mengutamakan keselamatan serta bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Pihak pengelola juga mengingatkan kondisi cuaca di pegunungan yang kerap berubah cepat, sehingga pendaki diminta mempersiapkan perlengkapan yang memadai sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak tertinggi di Sumatera tersebut.