JAMBI — Kombes Pol M Faishal Aris tidak lagi menjabat sebagai Komandan Satuan Brimob Polda Jambi. Ia dimutasi ke Korps Brimob Polri (Korbrimob) setelah memimpin satuan elite tersebut sejak pertengahan 2025.
Sebelum bertugas di Jambi, perwira menengah ini pernah menjabat Dansat Brimob Polda Kepri selama dua tahun tujuh bulan. Selama di Jambi, kepemimpinannya dikenal dengan pendekatan pre-emtif dan kegiatan sosial yang menyasar langsung masyarakat.
Turun Langsung Meredam Aksi Anarkis dan Konflik SAD
Salah satu momen kritis yang dihadapi Faishal adalah aksi demonstrasi pada 29 Agustus 2025, yang dikenal dengan istilah Agustus Kelabu dan Black September. Saat itu, ia turun langsung bersama pasukan huru-hara untuk meredam aksi massa yang berpotensi anarkis.
Di luar penanganan unjuk rasa, Faishal juga turun tangan dalam mediasi konflik antara Suku Anak Dalam (SAD) dengan PT SAL di Sarolangun. Peran Brimob sebagai penengah ini disebutnya sebagai upaya menciptakan kerukunan antarwarga.
Tiga Program Unggulan: Brimob Transformer, Populis, dan Pamungkas
Faishal memperkenalkan tiga program utama selama memimpin Satbrimob Polda Jambi. Pertama, Brimob Transformer, yang merupakan akronim dari Transfer Informasi dan Edukasi kepada Warga. Program ini mengedepankan pendekatan pre-emtif kepolisian dengan menyampaikan informasi sekaligus edukasi dalam rangka harkamtibmas.
Kedua, Brimob Populis atau Polisi Peduli Lingkungan Sosial. Program ini melibatkan personel Brimob dalam membantu pemerintah daerah, seperti memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu, pembangunan jembatan penyeberangan antar desa, hingga membersihkan area terdampak banjir atau musibah lainnya.
Ketiga, Brimob Pamungkas, yakni patroli gabungan anti kriminalitas. Kegiatan ini bersifat operasional untuk membantu satuan kewilayahan Polres jajaran. Patroli bermotor dilakukan secara rutin guna mereduksi aksi geng motor dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Falsafah 'Harimau Penjaga Sumatera' sebagai Karakter Pasukan
Di bawah komandonya, Satbrimob Polda Jambi mengusung semboyan "Satbrimob Polda Jambi - Satya Singakarti Pala, Harimau Penjaga Sumatera Pewaris Nusantara". Faishal menanamkan karakter kepada anggotanya untuk berjuang dan berkorban tanpa pamrih, laksana Harimau Sumatera yang menjaga kelestarian hutan dan lingkungan dari ancaman.
"Falsafah ini dimaknai bahwa setiap prajurit Brimob Jambi harus mampu menjaga kerukunan dan keberagaman masyarakat dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," demikian pesan yang ia tanamkan selama bertugas.
Selain penanganan sosial, Satbrimob Polda Jambi juga terlibat dalam operasi penanggulangan karhutla bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan instansi terkait lainnya. Kini, Faishal melanjutkan tugasnya di Korbrimob Polri dengan membawa pengalaman dari Jambi. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai posisi spesifik yang akan diembannya di markas Korbrimob.