JAKARTA — Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan penguatan IHSG terjadi di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi. Sektor properti menjadi primadona dengan indeks IDXProperty yang melonjak 3,03 persen, ditambah dua saham Initial Public Offering (IPO) yang mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) turut menopang indeks.
Dua Sentimen Domestik yang Mendongkrak Pasar
Selain aksi korporasi, pasar juga mendapat angin segar dari data cadangan devisa (cadev) Juni 2026 yang meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS, naik dari posisi sebelumnya 144,9 miliar dolar AS pada Mei 2026. Sentimen positif lainnya datang dari usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berencana mengurangi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027.
"Diperkirakan IHSG (besok) berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking," ujar Ratna.
Pergerakan Sektor dan Saham Paling Aktif
Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh dari sebelas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor barang konsumen non primer naik 1,59 persen dan sektor keuangan menguat 1,42 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah teknologi yang turun 0,54 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar antara lain APLN, LAND, NTBK, BIPP, dan RODA. Sementara itu, saham COCO, TRUS, MMIX, LAPD, dan LUCY menjadi yang paling tertekan harganya.
Volume Transaksi dan Bursa Regional
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.658.000 kali transaksi dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 21,22 miliar lembar senilai Rp10,13 triliun. Sebanyak 450 saham berhasil naik, 222 saham menurun, dan 289 saham tidak bergerak nilainya.
Di bursa regional Asia, pergerakan cenderung bervariasi. Indeks Nikkei melemah 2,04 persen ke 68.315,00, indeks Shanghai turun 1,26 persen ke 3.990,924, dan indeks Hang Seng melemah 0,51 persen ke 23.496,89. Sementara itu, indeks Strait Times justru menguat 1,43 persen ke 5.335,00.
Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat The Fed atau Minutes of Meeting FOMC yang dijadwalkan rilis pada Rabu (08/07) waktu AS. Risalah tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk soal arah kebijakan moneter ke depan.