SUNGAI PENUH — Gubernur Jambi yang telah bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam kini mendapat satu gelar kehormatan lagi. Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh menganugerahkan gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh kepada Al Haris dalam puncak acara Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh.
Kegiatan bertema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab" ini digelar di Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh. Tidak hanya Al Haris, sejumlah kepala daerah juga menerima gelar adat. Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH mendapat gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sungei Pnoh. Bupati Kerinci Monadi dianugerahi gelar Depati Sinar Bumi Sakti, sementara Sekda Kota Sungai Penuh Alpian menyandang Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.
Apa Makna Gelar Depati Amanah bagi Gubernur Al Haris?
Dalam sambutannya, Al Haris yang hadir bersama istri Hj. Hesnidar Haris mengawali dengan syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa modernisasi dan kemajuan Kota Sungai Penuh tidak boleh membuat masyarakat meninggalkan adat istiadat lokal.
"Adat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah — menunjukkan adat dan agama saling menguatkan," ujar Al Haris.
Mengapa Kenduri Sko 2026 Dianggap Bersejarah?
Gubernur menyoroti bahwa perhelatan ini baru digelar setelah status Sungai Penuh menjadi kota. Sebelumnya, kegiatan serupa terakhir kali berlangsung sekitar 18–19 tahun lalu ketika daerah ini masih bagian dari Kabupaten Kerinci. Momentum ini dinilai penting untuk membangkitkan kembali semangat pelestarian adat di kalangan generasi muda.
Al Haris juga mengapresiasi peran tokoh adat, khususnya para sesepuh dan nenek-nenek yang hadir, atas upaya mereka menghidupkan kembali tradisi setempat. Semangat kebersamaan itu, menurutnya, harus menjadi penangkal perpecahan akibat isu politik atau kontestasi pilkada. "Kita ini satu, kita satu Sakti Alam Kerinci," ucapnya seraya mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu membangun daerah.
Sinergi Kepala Daerah dan Pesan Pelestarian Budaya
Gubernur menegaskan pentingnya sinergi antar-pemimpin daerah. Ia memuji hubungan kompak antara Wali Kota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci yang dinilai berkualitas dan tidak menimbulkan persaingan yang mengganggu hubungan antar-daerah. Kerja sama ini, menurut Al Haris, justru mendukung upaya memajukan masing-masing wilayah.
Di akhir sambutannya, Al Haris mengimbau agar rumah adat dan empat jenis simbol adat segera diambil alih serta dibina oleh lembaga adat tunggal, yaitu Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci. Langkah ini diharapkan menjaga kesinambungan adat dan memastikan simbol-simbol tradisi tetap menjadi bagian dari pembangunan daerah.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH menyatakan dukungan penuh pemerintah kota terhadap penyelenggaraan Kenduri Sko 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen diharapkan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai agenda budaya unggulan yang mendorong pengembangan pariwisata budaya.
"Melalui kenduri sko, masyarakat tidak hanya mempertahankan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta falsafah adat bersendi syara', syara' bersendi Kitabullah sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kerinci," pungkas Alfin.