Pencarian

Tradisi Kenduri Sko Kembali Digelar di Sungai Penuh Setelah 19 Tahun, Gubernur Jambi: Adat Bukan Sekadar Tradisi

Sabtu, 04 Juli 2026 • 18:27:31 WIB
Tradisi Kenduri Sko Kembali Digelar di Sungai Penuh Setelah 19 Tahun, Gubernur Jambi: Adat Bukan Sekadar Tradisi
Gubernur Jambi Al Haris menghadiri pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah di Sungai Penuh setelah 19 tahun vakum.

SUNGAI PENUH — Untuk pertama kalinya sejak status Sungai Penuh menjadi kota, ritual adat Kenduri Sko Enam Luhah digelar kembali di Tanah Mendapo pada Sabtu lalu. Terakhir kali tradisi sakral suku Kerinci ini berlangsung, wilayah tersebut masih menjadi bagian dari Kabupaten Kerinci.

Gubernur Jambi Al Haris menilai momen ini sebagai peristiwa bersejarah. "Adat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan sang pencipta, menunjukkan adat dan agama saling menguatkan," ujarnya dalam sambutan.

Mengapa Kenduri Sko Baru Kembali Digelar Sekarang?

Kenduri Sko merupakan upacara adat untuk mengukuhkan gelar adat (sko) dan wujud syukur atas hasil bumi. Vakum selama hampir dua dekade membuat momentum ini dinilai penting untuk mengobarkan kembali semangat pelestarian di kalangan generasi muda.

Gubernur secara khusus menyoroti kekompakan dua kepala daerah, Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh, yang memiliki pandangan sama dalam menciptakan harmonisasi hubungan. Kedua wilayah ini dulunya satu kesatuan sebelum dimekarkan menjadi kabupaten dan kota.

Arahan Gubernur: Simbol Adat Harus Dibina Lembaga Tunggal

Al Haris mengimbau agar rumah adat dan empat jenis simbol adat segera diambil alih serta dibina oleh lembaga adat Sakti Alam Kerinci. Langkah ini diharapkan menjaga kesinambungan adat dan memastikan simbol-simbol tradisi tetap menjadi bagian dari pembangunan daerah.

"Hal itu ditunjukkan dengan kekompakan dua kepala daerah, Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh yang memiliki kesamaan pandangan menciptakan harmonisasi hubungan antardaerah," kata gubernur, merujuk pada sinergi lintas wilayah yang sebelumnya satu kesatuan.

Target 2026: Kenduri Sko Jadi Agenda Pariwisata Budaya

Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kenduri Sko 2026. Ia berharap kegiatan ini ke depan menjadi agenda budaya unggulan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata budaya di Kota Sungai Penuh.

"Melalui Kenduri Sko, masyarakat tidak hanya mempertahankan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta falsafah adat sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kerinci," jelas Alfin.

Gubernur Al Haris berharap ritual adat ini mampu menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki budaya daerah di kalangan generasi muda. Dengan begitu, budaya lokal tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri sekaligus menjadi penyaring pengaruh negatif globalisasi dan kemajuan teknologi informasi.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks