JAMBI — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren negatif pada awal perdagangan Jumat. Indeks dibuka turun 10,88 poin dari posisi penutupan sebelumnya, menetap di level 6.161,46.
Indeks LQ45 Ikut Tertekan
Tak hanya IHSG, indeks yang memantau pergerakan 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, yakni LQ45, juga ikut tertekan. Indeks ini turun 2,37 poin atau 0,38 persen ke posisi 614,55.
Pelemahan di awal sesi ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama setelah beberapa hari terakhir IHSG bergerak fluktuatif di tengah sentimen global dan domestik.
Apa yang Mendorong Pelemahan IHSG?
Meski data spesifik penyebab pelemahan belum dirilis secara resmi oleh otoritas bursa, pergerakan IHSG pagi ini mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi. Pelaku pasar tampaknya masih wait and see menanti katalis positif baru, baik dari kebijakan ekonomi nasional maupun perkembangan eksternal.
Level 6.161 menjadi titik krusial yang akan menentukan arah IHSG ke depan. Jika indeks bertahan di atas level tersebut, potensi rebound masih terbuka. Sebaliknya, jika tekanan berlanjut, support berikutnya berada di kisaran 6.100.