Pencarian

IHSG Berpotensi Uji Level 6.000, Dua IPO Baru dan Efisiensi Anggaran MBG Jadi Katalis

Selasa, 07 Juli 2026 • 16:41:31 WIB
IHSG Berpotensi Uji Level 6.000, Dua IPO Baru dan Efisiensi Anggaran MBG Jadi Katalis
IHSG dibuka menguat didukung dua IPO baru yang langsung menyentuh batas Auto Reject Atas.

JAKARTA — IHSG memulai perdagangan dengan tren positif pada Selasa (8/7/2026), setelah pada Senin kemarin volume transaksi tercatat sepi. Total volume perdagangan hanya mencapai lebih dari 19,6 miliar saham dengan nilai transaksi lebih dari Rp9,4 triliun, jauh di bawah rata-rata harian yang biasanya mencapai 41 miliar saham dan Rp24 triliun.

Dua IPO Baru dan Efek Liburan Sekolah

Dari dalam negeri, dua perusahaan yang resmi melangsungkan Initial Public Offering (IPO) pada hari ini langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Ratna Lim menilai aksi korporasi ini berpotensi menjadi katalis utama penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

"Relatif menurunnya volume dan nilai transaksi karena perdagangan lebih didominasi oleh investor domestik, serta investor yang cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif dan di tengah maraknya aksi IPO," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta.

Ia menambahkan, musim liburan anak sekolah dan Piala Dunia 2026 ikut mempengaruhi turunnya volume transaksi.

Anggaran MBG Turun Rp94 Triliun, Pasar Bereaksi Positif

Sentimen positif lain datang dari rencana efisiensi anggaran Program MBG. Ketua Badan Anggaran DPR memperkirakan kebutuhan anggaran program tersebut turun menjadi sekitar Rp174 triliun pada 2027 dari sebelumnya Rp268 triliun.

Perhitungan itu didasarkan pada kebutuhan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sasaran penerima manfaat. Dari 27 ribu titik SPPG, diperkirakan hanya dibutuhkan sekitar 21 ribu titik dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 84 ribu siswa.

"Jika anggaran program tersebut dapat diturunkan, maka dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN dan diperkirakan akan direspon positif oleh pasar," ujar Ratna.

Wall Street dan Bursa Asia Jadi Penopang Global

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia mencapai rekor tertinggi baru ditopang oleh reboundnya saham chip setelah mengalami penurunan selama dua pekan. Kemajuan diplomatik di Timur Tengah dan penurunan harga minyak secara efektif menghilangkan premi risiko geopolitik, sehingga pasar kembali fokus pada perdagangan kecerdasan buatan (AI).

"Saham-saham chip, yang telah menjadi pendorong utama booming AI, telah berada di bawah tekanan selama dua minggu terakhir di tengah aksi ambil untung dan kekhawatiran bahwa perdagangan AI telah menguat terlalu tinggi dan terlalu cepat," kata Ratna.

Sementara itu, indeks PMI sektor jasa ISM di AS turun menjadi 54,0 pada Juni 2026 dari sebelumnya 54,5 pada Mei 2026. Angka tersebut masih menunjukkan ekspansi solid, meskipun dengan laju lebih lambat. Harga minyak cenderung melemah seiring Arab Saudi memangkas harga jual resmi dan OPEC+ menyetujui peningkatan target produksi mulai Agustus. U.S. 10-year Bond Yield turun 1 bps ke level 4,469 persen.

Pada perdagangan Senin (7/7), bursa Eropa bergerak variatif dengan Euro Stoxx 50 melemah 0,27 persen dan DAX Jerman menguat 0,15 persen. Bursa AS Wall Street mayoritas menguat, dengan Dow Jones naik 0,29 persen dan S&P 500 menguat 0,72 persen, sementara Nasdaq Composite melemah 1,26 persen.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks