JAMBI — Berdasarkan data RTI, IHSG bergerak di rentang 5.852 hingga 5.924 pada sesi awal perdagangan. Nilai transaksi baru mencapai Rp 1,18 triliun dengan volume 1,95 miliar lembar saham dari 143.258 kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 100 saham menguat, sementara 415 saham melemah dan 166 saham stagnan.
Kinerja IHSG Terburuk dalam Enam Bulan Terakhir
Secara multidimensi, pelemahan IHSG sudah memasuki fase koreksi dalam. Dalam sepekan terakhir, indeks terkoreksi 5,59%. Secara bulanan, IHSG ambles 17,49%, sementara dalam tiga bulan terakhir melemah 28,65%. Data enam bulanan mencatat penurunan 30,20%.
Sepanjang tahun 2026, IHSG telah kehilangan hampir sepertiga nilainya dengan koreksi mencapai 32,24%. Level 5.854 menjadi titik terendah yang belum pernah disentuh sejak krisis 2020.
Tekanan Jual Menyebar ke Hampir Semua Sektor
Rasio saham turun versus naik mencapai 4:1, menunjukkan aksi jual tidak terbatas pada saham-saham tertentu. Dari 681 saham yang diperdagangkan, 60,9% di antaranya berada di zona merah. Hanya 14,7% saham yang mampu bertahan di zona hijau.
- Saham menguat: 100 saham
- Saham melemah: 415 saham
- Saham stagnan: 166 saham
Fakta Singkat: Pergerakan IHSG Sesi I, Kamis (4/6/2026)
- Level IHSG pukul 09.05 WIB: 5.854 (turun 86 poin dari pembukaan)
- Rentang perdagangan: 5.852 – 5.924
- Volume transaksi: 1,95 miliar lembar saham
- Nilai transaksi: Rp 1,18 triliun
- Koreksi year-to-date: -32,24%
Investor Asing dan Sentimen Global Jadi Pemicu Utama
Meski data detail arus modal asing belum dirilis untuk sesi ini, tekanan jual di pasar saham Indonesia sejalan dengan pelemahan indeks global. Investor masih mencerna data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi, mendorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Di dalam negeri, kekhawatiran terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan data neraca perdagangan yang menekan turut memperberat sentimen.
Tekanan jual diperkirakan masih berlanjut pada sesi II jika tidak ada katalis positif baru. Level 5.800 menjadi support psikologis berikutnya yang harus dijaga indeks. Jika tembus, koreksi bisa semakin dalam menuju level 5.600.