God of War: Laufey bukanlah proyek cabang yang berdiri sendiri, melainkan perluasan dari cerita utama. Tim pengembang secara tegas menolak anggapan bahwa game ini merupakan "departure" atau penyimpangan dari formula klasik God of War.
"Ini lebih merupakan sebuah ekspansi," kata perwakilan studio kepada IGN.
Dalam game ini, pemain akan mengendalikan Laufey—atau Faye—yang telah naik ke alam baka para dewa yang disebut Everywhen. Di sana, ia harus bertarung melawan gerombolan monster. Yang menarik, seluruh peristiwa di Laufey terjadi secara paralel dengan alur cerita God of War (2018), saat Kratos dan Atreus tengah dalam perjalanan menyebarkan abu Faye.
Faye: Dari Bayangan Jadi Pahlawan Utama
Dalam God of War rilis 2018, Faye digambarkan oleh sutradara kreatif Cory Barlog sebagai "hantu dan spektrum"—sosok yang mahahadir tapi tak pernah tampak secara visual. Kini, celah naratif itu akhirnya diisi.
Barlog mengaku bahwa ide untuk membuat prekuel yang mengisahkan kehidupan Faye sebelum game 2018 sempat dipertimbangkan. Namun, tim justru lebih tertarik pada pendekatan yang lebih berani: "melihat bagaimana segala sesuatunya berlanjut ke depan," ujarnya. Hasilnya adalah cerita yang berjalan bersamaan dengan narasi utama, bukan sekadar kilas balik.
Deborah Ann Woll akan memerankan Faye, sementara Jack Quaid mengisi suara Phranque, sebuah karakter misterius berbentuk kubus gelatin yang sudah memicu banyak teori dari para penggemar.
Kapan Rilis? Belum Ada Tanggal Pasti
God of War: Laufey dikonfirmasi akan hadir eksklusif untuk PlayStation 5, namun Sony belum mengumumkan tanggal rilis resmi. Ketidakjelasan jadwal ini justru menambah spekulasi bahwa game tersebut mungkin masih dalam tahap pengembangan awal—atau sengaja disembunyikan untuk kejutan di ajang showcase mendatang.
Yang jelas, janji Sony bahwa "akan ada lagi kisah Kratos" memberi sinyal bahwa waralaba ini masih jauh dari kata usai. Laufey hanyalah satu babak baru dalam semesta yang terus meluas.