BATANG HARI — Momentum Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Batang Hari tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial biasa. Upacara yang digelar di Lapangan Garuda, Alun-alun Kabupaten Batang Hari, justru menjadi cerminan komitmen kebangsaan yang tetap terjaga di tengah libur panjang.
Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam amanat tersebut, Pancasila disebut sebagai bintang penuntun yang mempersatukan keberagaman dan menjadi pedoman menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika global.
Apa yang Membuat Peringatan Ini Berbeda?
Fakta paling menonjol dari peringatan tahun ini adalah antusiasme peserta yang tetap tinggi meskipun hari libur nasional. Pantauan di lokasi menunjukkan barisan ASN, personel TNI, Polri, dan pelajar berbaris rapi dengan seragam masing-masing. Mereka mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan disiplin penuh, tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Bupati Muhammad Fadhil Arief menyebut kehadiran di hari libur ini menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya diperingati secara seremonial.
"Hari ini kita melihat semangat kebangsaan yang luar biasa, meskipun hari libur. Dan juga menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi benar-benar menjadi nilai yang kita hormati dan pegang dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Pesan Khusus untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan semata, melainkan harus diamalkan dalam tindakan nyata.
Pesan ini relevan mengingat tantangan global dan arus informasi digital yang kerap menguji ketahanan ideologi bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, generasi muda diharapkan mampu menyaring pengaruh negatif dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
Mengapa Peserta Tetap Hadir di Hari Libur?
Kehadiran ratusan peserta dari berbagai unsur di hari libur nasional menjadi cerminan komitmen bersama dalam menghormati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa. Tidak ada paksaan, melainkan kesadaran kolektif bahwa Pancasila adalah fondasi yang menyatukan keberagaman Indonesia.
Suasana upacara yang berlangsung khidmat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik dan dinamika sosial, semangat kebangsaan masih hidup di Batang Hari. Peringatan tahun ini membuktikan bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penuntun yang relevan, bahkan di era digital yang serba cepat.