JAMBI — General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengungkapkan, tingkat keterisian kursi pada perjalanan dari Bandung menuju Jakarta telah melampaui 70 persen sejak pagi hari. Lonjakan signifikan terjadi pada jadwal favorit siang hingga malam hari, seiring dengan dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan bisnis di Jakarta.
"Perjalanan dari arah Bandung menuju Jakarta terus menunjukkan peningkatan, khususnya pada jadwal favorit siang hingga malam hari," ujar Eva dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
Antisipasi Lonjakan Penumpang di Jam Sibuk
KCIC memperkirakan jumlah penumpang akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 21.000 orang sampai akhir operasional. Mayoritas penumpang tercatat bergerak dari Bandung dan sekitarnya menuju Jakarta, menandai puncak arus balik libur panjang Hari Pancasila.
Untuk mengantisipasi lonjakan, KCIC telah menyiagakan seluruh rangkaian kereta dan menambah jadwal perjalanan pada jam-jam sibuk. Pihaknya juga mengimbau penumpang untuk tiba lebih awal di stasiun guna menghindari antrean panjang.
Dampak bagi Pengguna dan Layanan Whoosh
Lonjakan penumpang ini menjadi uji coba bagi kapasitas operasional Whoosh dalam melayani arus balik liburan. Sejak pagi, okupansi kursi di atas 70 persen menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi cepat ini untuk perjalanan jarak pendek Bandung-Jakarta.
Dengan prediksi total 21.000 penumpang dalam sehari, Whoosh berpotensi mencatat rekor okupansi tertinggi sejak beroperasi. Hal ini sekaligus memperkuat posisi kereta cepat sebagai tulang punggung mobilitas di koridor Jakarta-Bandung selama musim libur panjang.
KCIC terus memantau perkembangan penjualan tiket secara real-time dan siap menambah frekuensi perjalanan jika permintaan masih tinggi hingga malam hari. Masyarakat diimbau memantau jadwal dan ketersediaan tiket melalui aplikasi resmi Whoosh.