JAMBI — “Terima kasih Persija. Ini sebuah kebanggaan. Suatu hari, jika Tuhan menghendaki, kita akan bertemu lagi,” tulis Mauricio di akun media sosialnya, Selasa (26/5/2026). Unggahan itu menjadi sinyal paling jelas bahwa masa depannya tak lagi bersama Macan Kemayoran.
Kontrak Semusim Tanpa Gelar Juara
Mauricio Souza dikontrak Persija hanya satu musim saat diperkenalkan sebagai pelatih baru jelang Super League bergulir. Manajemen klub membebani target berat: membawa tim ibu kota menjadi juara.
Pada akhir musim, Persija finis di peringkat ketiga klasemen akhir. Tim sempat membayangi Persib Bandung dalam persaingan puncak, namun konsistensi di laga krusial membuat mereka gagal merebut trofi.
Rekam Jejak Mauricio: Dari Madura United ke Persija
Juru taktik berusia 42 tahun itu bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Sebelum menangani Persija, ia membawa Madura United ke Championship Series Liga 1 2023/24 di tengah berbagai masalah internal tim. Capaian itu membuktikan kemampuannya meracik strategi dalam tekanan.
Di Persija, ia menunjukkan performa menjanjikan di awal musim. Skuad asuhannya yang diperkuat Jordi Amat dan kolega mampu bersaing ketat dengan Persib Bandung hingga paruh kedua kompetisi. Hasil akhir finis ketiga menjadi catatan yang belum memenuhi ekspektasi tinggi manajemen.
Apa Langkah Persija Selanjutnya?
Dengan kepergian Mauricio, Persija Jakarta kini memasuki masa transisi. Manajemen Macan Kemayoran belum memberikan pernyataan resmi soal siapa pengganti pelatih asal Brasil itu. The Jakmania tentu berharap klub segera mendapatkan juru taktik baru sebelum persiapan musim depan dimulai.
Pengalaman Mauricio yang hanya bertahan satu musim di Persija menjadi catatan tersendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, klub kerap berganti pelatih dan belum menemukan formula stabilitas jangka panjang di kursi kepelatihan. Keputusan manajemen dalam waktu dekat akan menentukan arah perjuangan tim di Super League musim depan.