JAMBI — Program yang digelar secara daring pada pekan lalu itu mengusung tema "Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan". BRI menggandeng Unsoed sebagai mitra akademik untuk memperkuat pendampingan dan kapasitas sumber daya manusia desa.
Kick-off program ini dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, serta Rektor Unsoed Akhmad Sodiq. Yandri menegaskan, desa harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
"Desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri dan berdaya saing," ujarnya.
Tiga Tahap: Pelatihan, Pendampingan, hingga Penghargaan
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan program ini berlangsung dalam dua batch sepanjang Mei hingga November 2026. Ada tiga tahapan utama yang harus dilalui desa peserta.
Pertama, empowerment berupa pelatihan daring selama dua bulan. Kedua, assistance atau pendampingan intensif bagi desa-desa terbaik. Ketiga, graduation dalam bentuk apresiasi dan penghargaan bagi desa unggulan.
"Kami percaya transformasi desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas SDM, tata kelola, dan kemampuan desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan," kata Akhmad.
Bidang Unggulan: Pariwisata hingga Industri Pengolahan
Materi pelatihan yang diberikan mencakup legalitas kerja sama, pengelolaan dana desa, penguatan tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa. Peserta juga dibekali cara mengembangkan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, hingga industri pengolahan.
BRI mencatat, sektor unggulan yang dikembangkan dalam program ini meliputi pariwisata, jasa, perdagangan, industri pengolahan, serta pertanian dan peternakan. Dari program ini, desa peserta diharapkan mampu menghasilkan inovasi konkret, mulai dari strategi pengelolaan dana desa, laporan keuangan digital, hingga produk berbasis potensi lokal.
Program Desa BRILiaN menjadi salah satu inisiatif BRI untuk mempercepat transformasi desa berbasis teknologi dan penguatan ekonomi masyarakat. Dengan pendekatan social entrepreneurship dan inkubasi, bank pelat merah ini ingin desa semakin inovatif dan berdaya saing di era digital.