JAMBI — Proyek open-source nxnative memungkinkan lebih dari 60 game Nintendo Switch berjalan native di iPhone, iPad, dan Mac tanpa emulator, memanfaatkan kesamaan arsitektur Arm antara chip Apple dan konsol Nintendo. Alat ini telah diuji pada judul seperti Mario Kart 8 Deluxe dan Tears of the Kingdom, dengan peningkatan frame rate hingga 60 fps. Namun proses instalasi rumit dan legalitasnya masih dipertanyakan.
Pengguna wajib menyediakan berkas game asli plus kunci dekripsi yang diekstrak dari konsol Switch milik sendiri, lalu merakit aplikasi lewat Xcode di Mac selama hampir satu jam. Metode ini berbeda dari emulator konvensional yang menerjemahkan instruksi secara dinamis saat game berjalan.
Kesamaan arsitektur jadi kunci. Nintendo Switch dan perangkat Apple modern sama-sama memakai prosesor berbasis Arm, sehingga instruksi kode game dapat dieksekusi langsung oleh chip A-Series maupun Apple Silicon.
Program host berukuran kecil mengambil alih peran sistem operasi Switch, sekaligus menerjemahkan antarmuka grafis Nintendo ke Metal API milik Apple. Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan penerjemah kode x86 yang biasa dipakai saat porting game PC.
Halaman GitHub resmi nxnative mencatat lebih dari 60 judul populer yang sudah diuji, termasuk Mario Kart 8 Deluxe, Metroid Dread, Super Mario Odyssey, dan Unicorn Overlord. Ikon game dapat dipasang di home screen iPhone dan dijalankan seperti aplikasi biasa.
Lewat patch khusus, game berat seperti Breath of the Wild, Tears of the Kingdom, dan Fire Emblem Engage diklaim melonjak dari 30 fps di Switch menjadi 60 fps di iPhone atau Mac. Penguji game Mac, Andrew Tsai, membuktikan Monster Hunter Rise berjalan terkunci di 60 fps pada MacBook Air M1 base model dengan RAM 8 GB.
Instalasi nxnative tidak bisa dilakukan pengguna awam. Ada sejumlah prasyarat teknis yang harus dipenuhi sebelum game bisa berjalan.
Sejumlah fitur tidak berfungsi, antara lain Amiibo dan mode multiplayer online.
Proyek ini tidak membagikan file game secara ilegal. Meski begitu, keberadaannya tetap berisiko memicu tindakan hukum dari Nintendo, mengingat nxnative masih menggunakan basis kode dari emulator Ryujinx.
Nintendo sebelumnya menghentikan operasional Ryujinx pada 2024, langkah yang menunjukkan sikap tegas perusahaan terhadap proyek yang memungkinkan eksekusi game Switch di luar perangkat resmi. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Nintendo terkait nxnative.
Bagi pengguna Indonesia, nxnative lebih realistis dicoba sebagai eksperimen teknis di kalangan penggemar, bukan solusi praktis bermain game Switch sehari-hari. Kebutuhan perangkat kelas atas dan proses build yang rumit membuat adopsi massal kecil kemungkinannya.