JAMBI — Sebelum nama Ioniq 5 dan Seal terdengar di ruang pamer, Hyundai sudah lebih dulu mendatangkan Kona Electric ke Indonesia pada 6 November 2020. Model ini hadir bersamaan dengan Ioniq Electric sebagai pembuka jalan Hyundai di segmen kendaraan listrik murni.
Lima tahun berselang, statusnya berubah dari "pelopor" menjadi "bekas incaran". Pertanyaannya sekarang: masih layak dibeli, atau sudah kalah jauh dari EV baru yang harganya makin kompetitif?
Angka 289 km versi WLTP lebih realistis dipakai sebagai patokan. WLTP dihitung dengan siklus pengujian yang lebih ketat dibanding NEDC, jadi selisihnya bisa cukup jauh di kondisi nyata.
Klaim pabrikan bukan jaminan. Penggunaan AC, kecepatan di tol, kondisi jalan, suhu udara, dan gaya mengemudi semuanya memotong jarak aktual.
Untuk pemakaian dalam kota dengan AC menyala, Anda bisa berharap angka di kisaran 240–270 km. Di tol dengan kecepatan stabil 100 km/jam ke atas, konsumsi energi naik signifikan dan jarak bisa turun ke bawah 220 km.
Artinya, Kona EV 2020 ini lebih cocok sebagai mobil harian komuter dalam kota ketimbang teman perjalanan luar kota rutin.
Dimensinya kompak, lebih kecil dari Ioniq 5. Untuk pengguna perkotaan yang sering parkir di gang sempit atau basement mall, ukuran ini justru keunggulan.
Torsi instan motor listrik membuatnya responsif di lampu merah. Karakter crossover dengan posisi duduk tinggi memudahkan pandangan ke depan, terutama saat macet.
Sebagai mobil listrik bekas, biaya operasionalnya jauh lebih murah dibanding SUV bensin sekelas. Tidak ada oli mesin, tidak ada filter udara, tidak ada busi. Servis rutin praktis hanya cek kaki-kaki, rem, dan sistem pendingin baterai.
Cocok untuk Anda yang butuh mobil listrik harian dalam kota, punya akses charging di rumah, dan ingin masuk ekosistem EV tanpa keluar Rp 500 juta.
Kurang cocok jika Anda sering perjalanan luar kota jauh, tinggal di apartemen tanpa charging pribadi, atau menginginkan fitur ADAS modern yang sekarang jadi standar di EV baru.
Kona EV 2020 adalah pintu masuk murah ke dunia EV. Tapi murah di depan bukan berarti murah di belakang — pastikan Anda sudah hitung risiko baterai sebelum tanda tangan.