JAMBI — Bandung (ANTARA) - Perubahan posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya. Kemensos menyebut fluktuasi ini terjadi akibat masuknya sekitar 12 juta data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang belum terverifikasi penuh.
Untuk memastikan status, warga tidak perlu datang ke kantor dinas. Cukup mengakses situs resmi Kemensos melalui ponsel atau komputer.
Proses pengecekan dirancang sederhana dan hanya memerlukan KTP elektronik. Berikut tahapannya:
Sistem akan menampilkan profil penerima, termasuk informasi tingkatan desil dan status penerimaan bantuan.
Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam data DTSEN. Rumah tangga yang masuk desil 1 hingga 4 menjadi prioritas penerima bantuan sosial. Sementara itu, desil 5 hingga 10 mewakili kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Bagi warga yang masuk kategori prioritas, beberapa program bantuan yang dapat diterima antara lain:
Perubahan desil yang terjadi belakangan bukan tanpa sebab. Integrasi data dari BKKBN yang belum rampung diverifikasi membuat sebagian nama berpindah posisi. Kondisi ini wajar terjadi selama proses pemadanan data berlangsung.
Layanan pengecekan mandiri ini diharapkan membuat masyarakat lebih proaktif mengetahui haknya. Selain menekan angka kekeliruan distribusi, langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan tepat sasaran.
Jika mengalami kendala saat pengecekan atau ingin mengajukan keberatan, warga dapat menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing atau kantor Dinas Sosial setempat. Waspadai pihak yang mengaku bisa mengurus perubahan data dengan imbalan tertentu, karena proses ini tidak dipungut biaya.