JAMBI — Penarikan ini diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada 20 Agustus lalu dan mencakup seluruh model Air tahun 2022 hingga 2026 yang diproduksi antara 11 Oktober 2021 dan 27 Juli 2026. Lucid memperkirakan 100 persen unit terdampak memiliki sirkuit bermasalah tersebut.
Ini bukan sekadar recall biasa. Lucid mengeluarkan instruksi khusus agar pemilik tidak memarkir mobil di garasi atau dekat bangunan sampai pembaruan perangkat lunak terpasang. Perintah ini dikeluarkan demi mencegah potensi kebakaran sebelum perbaikan dilakukan.
Berdasarkan dokumen recall, masalah berasal dari logika perangkat lunak pada sirkuit lampu eksterior tegangan rendah. Sistem ini dinilai tidak memberikan proteksi arus berlebih yang memadai sehingga sirkuit bisa terus dialiri arus listrik di atas batas aman.
"Proteksi arus berlebih tegangan rendah yang tidak memadai dapat menyebabkan sirkuit overheating, yang berujung pada asap atau kebakaran, meningkatkan risiko cedera. Lampu eksterior yang terdampak juga bisa tidak berfungsi, yang meningkatkan risiko kecelakaan," demikian bunyi pemberitahuan recall tersebut.
Lucid menyebut pemilik mungkin akan mencium bau terbakar, melihat asap, atau mendapati lampu eksterior yang tidak bekerja normal. Temuan ini bukan tanpa dasar. Pabrikan asal California itu pertama kali menerima laporan kebakaran pada 2023 yang berasal dari bagian kiri depan mobil.
Setelah penyelidikan awal tidak menemukan penyebab pasti, laporan kebakaran kedua masuk pada Mei 2026. Lucid kemudian membentuk Product Safety Working Group untuk menangani masalah ini. Total, ada tiga laporan kebakaran antara 2023 dan 2026, empat laporan kepulan asap antara Oktober 2025 dan April 2026, serta 33 laporan garansi terkait kerusakan harness kabel pada lampu rem atas (Center High Mounted Stop Lamp) yang diduga berkaitan.
Lucid telah mengembangkan kode baru pada software versi 2.10.0 untuk mengatasi masalah ini. Pembaruan tersebut menurunkan ambang batas arus pada eFuse dan menonaktifkan logika retry yang memungkinkan sirkuit bermasalah menyala kembali dalam satu siklus kunci yang sama.
Perbaikan ini dikirim langsung ke mobil pemilik melalui pembaruan over-the-air (OTA) tanpa biaya. Perusahaan mengklaim sebagian besar unit terdampak sudah menerima update tersebut. Namun, sebagai langkah antisipasi, pemilik yang belum melakukan pembaruan tetap diminta memarkir mobil di luar ruangan sampai proses instalasi selesai.
Recall ini menjadi catatan penting bagi pasar kendaraan listrik global, termasuk Indonesia yang mulai ramai dengan sedan listrik premium. Meski Lucid belum resmi masuk pasar Tanah Air, penanganan isu keselamatan seperti ini akan menjadi tolok ukur kepercayaan konsumen terhadap merek anyar di segmen EV.