PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama pengembang LIP House menyerahkan kunci rumah kepada 250 debitur KPR subsidi di Perumahan Grand Citra Asri Pudak, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (29/8). Langkah ini menjadi bagian dari perluasan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dinilai tak hanya berhenti pada seremonial akad, tetapi juga mendorong agar rumah langsung dihuni.
MUARO JAMBI — Sebanyak 250 debitur KPR subsidi resmi menerima kunci rumahnya dalam Seremonial Akad Massal "250 Dreams Unlocked" di Perumahan Grand Citra Asri Pudak, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (29/8). Penyerahan ini menjadi sinyal kuat bagi pasar perumahan rakyat di Provinsi Jambi, yang tingkat keterhuniannya tercatat di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan data BP Tapera, tingkat keterhunian rumah FLPP di Jambi mencapai 95,07 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang berada di angka 94,02 persen. Angka ini menunjukkan bahwa rumah subsidi yang disalurkan di daerah tersebut tidak mangkrak, melainkan benar-benar dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menegaskan bahwa rumah memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar tempat berlindung. Menurutnya, rumah menjadi ruang interaksi keluarga sekaligus tempat anak-anak tumbuh dan membentuk karakter.
“Rumah bukan hanya dilihat dari sisi fisik semata, tetapi bagaimana rumah bisa memberikan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi penghuninya. Karena itu, setelah akad kami juga mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik,” ujar Hirwandi dalam siaran pers yang diterima di Muaro Jambi.
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam mengurangi backlog perumahan adalah mempertemukan data permintaan masyarakat dengan ketersediaan lahan dan pasokan hunian di lokasi yang sesuai. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pengembang menjadi kunci agar pembangunan rumah semakin tepat sasaran.
Saat ini, sejumlah kebijakan pemerintah turut memperluas akses MBR terhadap hunian. Di antaranya KPR FLPP dengan suku bunga tetap 5 persen sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) Rp4 juta, Kredit Program Perumahan (KPP), serta berbagai insentif terkait PPN, BPHTB, dan PBG.
Wali Kota Jambi Maulana menyebut kebutuhan hunian akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan kawasan perkotaan dan urbanisasi. Karena itu, pembangunan perumahan perlu ditopang fasilitas dasar yang memadai.
“Kami berkomitmen akan membangun fasilitas dasarnya, yaitu pendidikan dan kesehatan, termasuk air bersih. Tiga hal ini menjadi komitmen kami,” kata Maulana.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan perumahan yang sesuai tata ruang dan menghindari kawasan resapan maupun wilayah berpotensi banjir. Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.
CEO LIP House, Raymond Tanoto, menyebut akad massal ini menjadi pencapaian penting bagi perusahaannya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan perumahan tidak semata dilihat dari jumlah unit yang terjual, tetapi dari masyarakat yang benar-benar memperoleh rumah.
“Ini menjadi milestone bagi kami. Sebanyak 250 unit ini bukan hanya mau kami hitung sebagai unit, tetapi kami ingin menghitung bahwa hari ini kami membantu 250 orang menerima rumah baru,” ujar Raymond.
LIP House memilih Jambi karena melihat potensi wilayah tersebut ke depan. Pengembangan hunian diarahkan untuk memberikan pengalaman tinggal yang didukung lokasi strategis dan fasilitas kawasan. Inovasi ini turut mengantarkan LIP House meraih penghargaan Outstanding Gen-Z Affordable Housing Innovation dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Secara nasional, BTN Group telah menyalurkan lebih dari 100.000 unit KPR FLPP sepanjang 2026. Di Jambi, hingga Juni 2026, BTN membukukan 1.517 unit KPR dengan nilai plafon sekitar Rp240,99 miliar.
Sejak 1976, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 6 juta rumah di Indonesia. Saat ini, BTN Group menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar KPR nasional dan lebih dari 70 persen pangsa pasar KPR subsidi.
Akad massal di Grand Citra Asri Pudak menjadi bagian dari upaya BTN memperluas akses kepemilikan rumah di Jambi. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan, BTN terus memperkuat penyaluran FLPP sekaligus mendorong agar rumah yang dibiayai berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar dihuni masyarakat yang membutuhkan.